Theory of Planned Behavior (TPB) adalah teori model sikap yang memperkirakan minat atau niat konsumen untuk melakukan suatu perilaku atau tindakan (Sumarwan, 2011:187). Model Theory of Planned Behavior menjelaskan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perilaku seseorang adalah niatnya atau 19 kecenderungan untuk melakukan tindakan tersebut (Sumarwan, 2011:187). Peach et al., (2006) dan Wellington et al., (2006) menyatakan bahwa Theory of Planned Behavior memiliki keunggulan dibandingkan teori keperilakuan yang lain, karena Theory of Planned Behavior merupakan teori perilaku yang dapat mengidentifikasikan keyakinan seseorang terhadap pengendalian atas sesuatu yang akan terjadi dari hasil perilaku, sehingga membedakan antara perilaku seseorang yang berkehendak dan yang tidak berkehendak (Nuary, 2010:21). Ajzen (2006:1) mengemukakan bahwa Theory of Planned Behavior telah muncul sebagai salah satu dari kerangka kerja yang paling berpengaruh dan konsep yang populer pada penelitian di bidang kemanusiaan. Menurut teori ini, perilaku manusia ditentukan oleh 3 jenis pertimbangan:
1. Kepercayaan mengenai kemungkinan hasil dari perilaku dan evaluasi hasil ini (behavioral beliefs). 2. Kepercayaan mengenai harapan normatif dari orang lain dan motivasi untuk menyetujui harapan–harapan tersebut (normative beliefs).
3. Kepercayaan mengenai adanya faktor–faktor yang dapat memfasilitasi atau menghambat perilaku dan persepsi kekuatan faktor ini (control beliefs).
Theory of Planned Behavior awalnya bernama Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan pada tahun 1967, selanjutnya teori tersebut terus direvisi dan diperluas oleh Ajzen dan Fishbein (Ajzen, 1991:181). Secara singkat, praktik atau perilaku menurut Theory of Reasoned Action dipengaruhi oleh intensi, sedangkan intensi dipengaruhi oleh attitude toward behavior dan subjective norm (Hanna dan Wozniak, 2001:187). Attitude toward behavior (sikap atas perilaku) sendiri 20 dipengaruhi oleh keyakinan tentang konsekuensi dari perilaku dan evaluasi dari konsekuensi (Loudon dan Bitta, 1993:437). Subjective norm (norma subyektif) dipengaruhi oleh keyakinan akan persepsi orang lain dan motivasi untuk mematuhi (Loudon dan Bitta, 1993:437). Secara lebih sederhana, teori ini mengatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu perbuatan apabila ia memandang perbuatan itu positif dan bila ia percaya bahwa orang lain ingin agar ia melakukannya
1. Kepercayaan mengenai kemungkinan hasil dari perilaku dan evaluasi hasil ini (behavioral beliefs). 2. Kepercayaan mengenai harapan normatif dari orang lain dan motivasi untuk menyetujui harapan–harapan tersebut (normative beliefs).
3. Kepercayaan mengenai adanya faktor–faktor yang dapat memfasilitasi atau menghambat perilaku dan persepsi kekuatan faktor ini (control beliefs).
Theory of Planned Behavior awalnya bernama Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan pada tahun 1967, selanjutnya teori tersebut terus direvisi dan diperluas oleh Ajzen dan Fishbein (Ajzen, 1991:181). Secara singkat, praktik atau perilaku menurut Theory of Reasoned Action dipengaruhi oleh intensi, sedangkan intensi dipengaruhi oleh attitude toward behavior dan subjective norm (Hanna dan Wozniak, 2001:187). Attitude toward behavior (sikap atas perilaku) sendiri 20 dipengaruhi oleh keyakinan tentang konsekuensi dari perilaku dan evaluasi dari konsekuensi (Loudon dan Bitta, 1993:437). Subjective norm (norma subyektif) dipengaruhi oleh keyakinan akan persepsi orang lain dan motivasi untuk mematuhi (Loudon dan Bitta, 1993:437). Secara lebih sederhana, teori ini mengatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu perbuatan apabila ia memandang perbuatan itu positif dan bila ia percaya bahwa orang lain ingin agar ia melakukannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar