Dinamika lingkungan merupakan perubahan yang terjadi terus menerus yang mempengaruhi pertimbangan dalam
pengambilan keputusan manajemen. Hal ini mengakibatkan sulitnya memperoleh
informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan.
Ketidakpastian lingkungan yang dirasakan merupakan faktor yang paling penting
dalam perusahaan sebab menjadikan perusahaan sulit melakukan prediksi
(Govindarajan dalam Tri Sulaksono 2005). Miliken (1987) dalam Isti Rahayu
(1999) menyatakan bahwa ketidakpastian sebagai rasa ketidakmampuan individu
dalam memprediksi sesuatu secara tepat. Ketidakpastian lingkungan yang
dirasakan oleh seorang pemimpin atau manajer menurut Miliken (1987) dalam
Deasy Rinarti (2007) adalah jika manajer berada dalam ketidakpastian lingkungan
dalam organisasinya atau khususnya komponen-komponen dalam lingkungannya
yang tidak dapat diprediksi, dan mereka merasa tidak pasti terhadap tindakan
relevan yang diambil berkenaan dengan pihak-pihak yang berhubungan
dengannya seperti: pesaing, pelanggan, pemerintah dan pemegang saham.
Ketidakpastian lingkungan ini menjadi suatu keterbatasan individu dalam menilai
probabilitas gagal atau berhasil keputusan yang telah dibuat (Duncan, 1972).
Lebih jauh Luthans (1998) mengatakan bahwa ketidakpastian lingkungan adalah
situasi seseorang yang terkendala untuk memprediksi situasi di sekitar sehingga
mencoba untuk melakukan sesuatu untuk menghadapi ketidakpastian lingkungan
tersebut. Pada kondisi ketidakpastian tinggi, maka individu sulit memprediksi
kegagalan dan keberhasilan dari keputusan yang dibuatnya (Fisher, 1996).
Chenhall dan Morris (1986) menegaskan bahwa ketidakpastian lingkungan adalah
faktor kontinjensi yang paling penting, sebab ketidakpastian lingkungan yang
9
dipersepsikan menjadikan proses perencanaan dan kontrol lebih sulit. Aktivitas
perencanaan menghadapi permasalahan karena ketidakmampuan (top manajemen)
memprediksi kejadian di masa akan datang.
Senin, 11 November 2019
Ketidakpastian Lingkungan (skripsi dan tesis)
Ketidakpastian lingkungan sering menjadi faktor yang menyebabkan organisasi
melakukan penyesuaian terhadap kondisi organisasi dengan lingkungan. Individu
akan mengalami ketidakpastian lingkungan yang tinggi jika merasa lingkungan
tidak dapat diprediksi dan tidak dapat memahami bagaimana komponen
lingkungan akan berubah (Milken, 1987). Begitu pula sebaliknya, dalam
ketidakpastian lingkungan rendah (lingkungan dalam keadaan relatif stabil),
individu dapat memprediksi keadaan sehingga langkah-langkah yang akan
diambil dapat direncanakan dengan lebih akurat (Duncan, 1972).
Secara spesifik Duncan (1972) dalam Oktavianus (2002) mendefinisikan
lingkungan sebagai keseluruhan faktor fisik dan social yang dapat mempengaruhi
secara langsung pertimbangan dalam perilaku pengambilan keputusan individu.
Lebih jauh Duncan (1972) melakukan hipotesis bahwa dinamika dan
kompleksitas pada persepsi atas ketidakpastian lingkungan, dimana dinamika
diharapkan menjadi faktor yang lebih penting.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar