Menurut O’Cass dalam Japarianto dan Sugiharto (2011), keterlibatan
adalah minat atau bagian motivasional yang ditimbulkan oleh stimulus atau situasi
tertentu, dan ditujukan melalui ciri penampilan (O’Cass, 2004 dalam Park et al.,
2006). Sedangkan menurut Zaichkowsky, keterlibatan didefinisikan sebagai
hubungan seseorang terhadap sebuah objek berdasarkan kebutuhan, nilai, dan
ketertarikan (Zaichkowsky, 1985). Untuk bisa memahami mengenai tingkat
keterlibatan pada produk fashion, mendasarkan pada pendapat Christopheret al,
(2004) yang menyatakan: fashion merupakan berbagai barang yang
pengukurannya didasarkan pada elemen-elemen style dan biasanya dengan usia
ekonomis yang relatif pendek atau sangat dinamis.
Terdapat beberapa karakteristik dari fashion sebagaimana dinyatakan oleh
Christopher, et al. (2004) yaitu: Siklus hidup produk pendek, produk ini sering
berganti-ganti, dan desain produk didasarkan pada mood sesaat dan
konsekuensinya periode penjualan produk pendek dan lebih cenderung arah
musiman dan diukur dalam hitungan bulan atau minggu.
Produk dengan fluktuasi tinggi, permintaan untuk produk ini tidak stabil
atau konstan, dan hal ini bisa dipengaruhi oleh keadaan, film-film, atau bahkan
16
dipengaruhi oleh figur-figur publik yang sedang tren. Produk-produk termasuk
dalam produk fashion dengan tingkat prediksi yang rendah karena volatilitas
(fluktuasi) permintaan yang ekstrim dan sulit diperkirakan dengan tepat mengenai
jumlah permintaan dalam suatu periode dan permintaan bisa terjadi minggu demi
minggu atau item demi item.
Produk termasuk produk fashion dengan tingginya
kemungkinan pembelian impulsif, dan sejumlah pembelian terjadi karena adanya
point of purchase.
Park (2006) menyatakan bahwa konsumen dengan tingkat keterlibatan
tinggi pada produk fashion kemungkinan besar membeli produk fashion dalam
skala pembelian tidak terencana, maksudnya bisa dijelaskan pula bahwa
konsumen dengan keterlibatan fashion tinggi kemungkinan besar melakukan
pembelian impulsif atas produk-produk fashion.
Keterlibatan mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya atau
relevansi personal dari suatu objek, peristiwa, atau kegiatan sehingga konsumen
yang melihat produk yang memiliki konsekuensi yang relevan pribadi (Peter dan
Olson, 1999).
Keterlibatan fashion pada dasarnya berhubungan dengan pakaian fashion
dan mengacu pada tingkat kepentingan untuk kategori produk fashion seperti
pengaruh pakaian terhadap perilaku pembelian impulsif (Tirmizi et al., 2009). Ini
digunakan untuk memperkirakan variabel perilaku berhubungan dengan produk
fashion, seperti keterlibatan produk, perilaku pembelian konsumen dan
karakteristik konsumen (Browne dan Kaldenberg 1997, Fairhurst et al., 1989,
Flynn dan Goldsmith, 1993 di Taman et al., 2006). Keterlibatan memiliki hubungan positif dengan pembelian pakaian (Fairhurst et al., 1989 dan Seo et al.,
2011).
Untuk menjelaskan mengenai indikator-indikator dari keterlibatan fashion,
didasarkan pada pendapat Park et al., (2006) yang mengidentifikasikan indikator
keterlibatan fashion dengan serangkaian pertanyaan berikut: Konsumen biasanya
memiliki satu atau lebih perlengkapan (produk fashion) dengan mode terkini,
memiliki penilaian bahwa merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan
atau aktivitas untuk berpakaian yang smart, tertarik berbelanja di butik atau toko
khusus pakaian dibandingkan di departement store untuk memenuhi kebutuhan
fashion. Biasanya konsumen merasa tidak nyaman memakai produk fashion jika
harus memilih diantara dua produk.
Kim (2005) mengemukakan bahwa untuk mengetahui hubungan
keterlibatan fashion terhadap perilaku pembelian impulsif adalah dengan
menggunakan indikator:
Mempunyai satu atau lebih pakaian dengan model yang
terbaru (trend), fashion adalah satu hal penting yang mendukung aktifitas, lebih
suka apabila model pakaian yang digunakan berbeda dengan yang lain, pakaian
menunjukkan karakteristik, dapat mengetahui banyak tentang seseorang dengan
pakaian yang digunakan, ketika memakai pakaian favorit, membuat orang lain
tertarik melihatnya, mencoba produk fashion terlebih dahulu sebelum
membelinya, mengetahui adanya fashion terbaru dibandingkan dengan orang lain
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
keterlibatan fashion adalah keterlibatan seseorang dengan suatu produk pakaian
karena kebutuhan, kepentingan, ketertarikan dan nilai terhadap produk tersebut.
18
Dalam membuat keputusan pembelian pada keterlibatan fashion ditentukan oleh
beberapa faktor yaitu karakteristik konsumen, pengetahuan tentang fashion, dan
perilaku pembelian. Dapat disimpulkan bahwa keterlibatan fashion adalah tingkat
keterlibatan individu dengan produk yang terkait dengan produk atau tren atau
pakaian fashion
Tidak ada komentar:
Posting Komentar