Senin, 11 November 2019

Kecerdasan Emosional (EQ) (skripsi dan tesis)

Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, serta mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Goleman (2005: 512) Golemen (2005: 93) mengadaptasi model Salovey-Meyer membagi kecerdasan emosional ke dalam lima unsur yang meliputi: 
a) Kesadaran diri atau pengenalan diri, pada dasarnya berupa pemahaman diri untuk mengetahui kondisi diri sendiri, pengetahuan tentang perasaan sebenarnya pada suatu kejadian,kesukaan, sumber daya dan institusi, seperti: kesadaran emosi, penilaian diri secara teliti dan percaya diri.
 b) Manajemen diri atau pengaturan diri atau pengendalian diri memberi tekanan pada mengelola kondisi, impuls dan sumber daya diri sendiri, peka terhadap kata hati Jdan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran, mampu pulih kembali dari tekanan emosi, seperti: menangani emosi untuk memudahkan, kendali diri, sifat dapat dipercaya, kewaspadaan, adaptibilitas dan inovasi. 
c) Motivasi diri yaitu tetap pada tujuan yang diinginkan, kecenderungan emosi yang mengantar atau memudahkan peralihan sasaran, dan bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi, seperti: dorongan prestasi, komitmen, inisiatif dan optimisme. 
d) Empati merupakan kesadaran terhadap perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain, merasakan yang dirasakan oleh orang lain, seperti: memahami orang lain, orientasi pelayanan, mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman dan kesadaran politis. 
e) Keterampilan sosial yaitu kemampuan membaca situasi sosial, berinteraksi dengan orang lain dan membentuk jaringan, kepintaran dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain, seperti: pengaruh, komunikasi, kepemimpi -nan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi dan 

Tidak ada komentar: