Kecerdasan emosional adalah kemampuan
mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan
orang lain, memotivasi diri sendiri, serta
mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri
dan dalam hubungan dengan orang lain.
Goleman (2005: 512)
Golemen (2005: 93) mengadaptasi model
Salovey-Meyer membagi kecerdasan emosional
ke dalam lima unsur yang meliputi:
a) Kesadaran diri atau pengenalan diri, pada
dasarnya berupa pemahaman diri untuk
mengetahui kondisi diri sendiri, pengetahuan tentang perasaan sebenarnya pada
suatu kejadian,kesukaan, sumber daya dan
institusi, seperti: kesadaran emosi,
penilaian diri secara teliti dan percaya
diri.
b) Manajemen diri atau pengaturan diri atau
pengendalian diri memberi tekanan pada
mengelola kondisi, impuls dan sumber
daya diri sendiri, peka terhadap kata hati
Jdan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran, mampu
pulih kembali dari tekanan emosi, seperti:
menangani emosi untuk memudahkan,
kendali diri, sifat dapat dipercaya, kewaspadaan, adaptibilitas dan inovasi.
c) Motivasi diri yaitu tetap pada tujuan yang
diinginkan, kecenderungan emosi yang
mengantar atau memudahkan peralihan
sasaran, dan bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi, seperti: dorongan prestasi, komitmen, inisiatif dan optimisme.
d) Empati merupakan kesadaran terhadap
perasaan, kebutuhan dan kepentingan
orang lain, merasakan yang dirasakan oleh
orang lain, seperti: memahami orang lain,
orientasi pelayanan, mengembangkan
orang lain, mengatasi keragaman dan
kesadaran politis.
e) Keterampilan sosial yaitu kemampuan
membaca situasi sosial, berinteraksi
dengan orang lain dan membentuk jaringan, kepintaran dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain,
seperti: pengaruh, komunikasi, kepemimpi
-nan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi dan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar