a. Spontanitas
Pembelian ini tidak diharapkan dan memotivasi konsumen untuk membeli
sekarang, sering sebagai respons terhadap stimulasi visual yang langsung
di tempat penjualan.
b. Kekuatan,
Kompulsif dan intensitas. Mungkin ada motivasi untuk
mengesampingkan semua yang lain dan bertindak dengan seketika.
c. Kegairahan dan stimulasi
Desakan mendadak untuk membeli sering disertai dengan emosi yang
dicirikan sebagai “menggairahkan”, ”mengetarkan” atau ”liar”.
d. Ketidakpedulian akan akibat
Desakan untuk membeli dapat menjadi begitu sulit ditolak sehingga akibat
yang mungkin negatif diabaikan.
Ko (1993) dalam Park et al.,(2006) menemukan pembelian impulsif
produk pakaian dibedakan dari pembelian tidak direncanakan yang didasarkan
pada preferensi emosional atau evaluasi obyektif daripada evaluasi rasional.
Temuan Ko dinyatakan bahwa faktor emosional (perasaan positif) yaitu mungkin
menyebabkan berorientasi pembelian impulsif produk fashion.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2007) pembelian impulsif merupakan
keputusan yang emosional atau menurut desakan hati. Emosi dapat menjadi
sangat kuat dan kadangkala berlaku sebagai dasar dari motif pembelian yang
dominan.
Hal senada diungkapkan oleh Shoham dan Brencic (2003) mengatakan
bahwa pembelian impulsif berkaitan dengan perilaku untuk membeli berdasarkan
emosi. Emosi ini berkaitan dengan pemecahan masalah pembelian yang terbatas
atau spontan. Konsumen sering melakukan pembelian tanpa berfikir panjang
untuk apa kegunaan barang yang mereka beli, yang penting pelanggan terpuaskan.
Artinya Emosi merupakan hal yang utama digunakan sebagai suatu dasar
pembelian suatu produk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar