(Etika Resource Center 2012), penelitian ini dilakukan untuk menguji
hubungan antara kepemimpinan etis, Iklim etis, dan perilaku etis
karyawan dalam konteks bandara internasional. Secara teoritis, penelitian
ini menyoroti pentingnya kepemimpinan etis dan Iklim etis dalam
menjelaskan perilaku etis karyawan. Selain itu, penelitian ini menjawab
beberapa pertanyaan penting: apa perilaku etis karyawan dan apa yang
persepsi karyawan terhadap kepemimpinan etis dan Iklim etis dalam
konteks bandara? Kedua, penelitian kami menggambarkan bagaimana
etika kepemimpinan dan pengaruh Iklim etis perilaku etis karyawan di
sektor bandara.
Khususnya, Penelitian ini mengungkapkan efek mediasi Iklim etis
pada hubungan antara kepemimpinan etis dan perilaku etis karyawan.
Untuk yang terbaik dari pengetahuan penulis, ini adalah studi pertama
untuk memberikan bukti empiris tentang pentingnya etika kepemimpinan
dan Iklim etis dalam menjelaskan perilaku etis karyawan dalam konteks
bandara. Lebih khusus, ini Penelitian mengisi kesenjangan dalam literatur
transportasi karena ada kelangkaan studi menjelaskan perilaku karyawan
dari kepemimpinan etis dan etika perspektif iklim dalam konteks bandara
internasional.
Ketika para pemimpin etis, menunjukkan kepada karyawan
bagaimana cara menjadi terampil dalam mengenali masalah etika dan
dilengkapi dengan baik untuk penanganan masalah etika (Mayer 2009)
yang diperkuat. Schminke (2005) meneliti hubungan antara
21
perkembangan moral seorang pemimpin dan Iklim etis dalam organisasi.
Mereka menemukan bahwa seorang pemimpin perkembangan moral
dikaitkan dengan Iklim etis variabel seperti orientasi regulasi, peraturan
organisasi, dan penilaian independen. Mayer (2009) menarik pada teori
pembelajaran menjelaskan efek kepemimpinan etis pada Iklim etis.
Engelbrecht (2005) berpendapat bahwa kepemimpinan etis untuk secara
positif berkaitan dengan Iklim etis. Literature berikutnya peneliti
menunjukkan bahwa Iklim etis organisasi dapat berdampak pada perilaku
etis karyawan (Victor dan Cullen 1988). ). Deshpande dan Joseph (2009)
menunjukkan bahwa Iklim etis organisasi berpengaruh secara signifikan
terhadap perilaku etis karyawan. Berdasarkan penelitian sebelumnya,
penelitian mengajukan hipotesis bahwa:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar