Senin, 11 November 2019
Budaya etis organisasi, orientasi etika dan gender berpengaruh positif dan signifikan terhadap sensitivitas etika (skripsi dan tesis)
Etika sebagai disiplin ilmu
berhubungan dengan kajian secara
kritis tentang adat kebiasaan, nilai-nilai
dan norma-norma perilaku manusia yang
dianggap baik atau tidak baik Agoes
(2012). Sebagaimana dikatakan oleh
Peschke (2003), sebagai teori etika
muncul antara lain karena adanya
perbedaan perspektif dan penafsiran
tentang apa yang menjadi tujuan akhir
hidup manusia. Etika menjadi salah satu
panduan bagi profesi auditor dalam
mempertanggungjawabkan segala
aktivitasnya (Januarti, 2011).
Kemampuan seorang auditor untuk
mengidentifikasi perilaku etis dan
perilaku tidak etis dapat dikatakan
memiliki tingkat sensitivitas etika yang tinggi. Sesuai dengan penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh Nurfarida
(2011) menunjukan bahwa secara
simultan dan secara parsial budaya etis
organisasi yang tinggi akan
mempengaruhi tingkat sensitivitas etika
seorang auditor ketika mereka berada
dalam situasi yang mengandung nilai
etika.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar