Berikut ini adalah pendapat
penelitian-penelitian yang mendukung
basis akrual diterapkan pada sektor publik
(Hassan, 2013) yaitu
(1) basis akrual
berhasil digunakan di sektor privat,
sehingga basis ini masuk akal jika
digunakan di sektor publik.
(2) Akuntansi
akrual memberikan informasi keuangan
yang lebih baik untuk dasar akuntabilitas
pemerintah. Laporan keuangan dari
akuntansi akrual diyakini lebih
komprehensif, sederhana dan mudah
dimengerti, sulit untuk dimanipulasi, dan lebih dapat dibandingkan dan konsisten
(Athukorala dan Reid, 2003)
(3)
Pemerintah akan mampu mengukur
kegiatannya misalnya dengan memisahkan
antara biaya sekarang dan biaya modal
(Athukorala dan Reid, 2003).
(4) Adopsi
pelaporan akrual akan meningkatkan
transparansi, baik transparansi internal
maupun eksternal (OECD, 1993).
Peningkatan transparansi internal akan
mendorong kinerja organisasi, salah
satunya melalui pengalokasian sumber daya
yang lebih baik.
(5) Basis akrual
memungkinkan organisasi untuk
mengidentifikasi biaya-biaya dari berbagai
kegiatan yang dilakukan, sehingga
organisasi dapat lebih efisien,
mengalokasikan sumber daya lebih baik
dan peningkatan kinerja.
(6) basis akrual
mendukung pengelolaan likuiditas yang
lebih baik, memberikan dasar untuk
menentukan harga produk dan layanan, dan
memberikan informasi untuk mengelola
sumber daya.
Selain perbedaan sifat seperti yang
dijelaskan sebelumnya, permasalahan pada
proses implementasi menyebabkan ada
beberapa pihak yang tidak mendukung
penggunaan basis akrual untuk organisasi
sektor publik.
Hassan (2013) merangkum
pendapat dari penelitian yang tidak
mendukung penggunaan basis akural yaitu
(1) perubahan akuntansi akrual selalu
terhubung dengan reformasi sektor publik
lainnya sehingga harus dilihat sebagai
bagian dari reformasi.
(2) Implementasi
basis akrual sulit dan mahal. Pelaksanaan
akuntansi akrual membutuhkan sistem
akuntansi dan teknologi yang rumit. Selain
itu, kadang-kadang pemerintah kekurangan
personil akuntansi berkualitas yang dapat
mengelola sistem.
(3) Berbeda dengan
klaim New Public Management (NPM),
dengan menerapkan akuntansi akrual, peran
manajerial dan politik dalam lingkungan
pemerintahan menjadi kurang jelas.
(4)
Pelaksanaan akuntansi akrual di sejumlah
sektor publik menghasilkan laporan
keuangan yang justru membingungkan para
penggunanya.
(5) Basis akrual, seperti basis
akuntansi lain, masih rentan untuk
dimanipulasi (Newberry, 2002). Argumen
ini juga tidak menyetujui klaim bahwa
basis akrual menawarkan transparansi yang
lebih besar.
(6) Beberapa bukti penelitian
yang menunjukkan bahwa biaya penerapan
akuntansi berbasis akrual dan pelaporannya
mungkin memiliki biaya yang lebih besar
daripada manfaat yang diterima (Jones dan
Puglisi, 1997)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar