Basis kas merupakan salah satu
konsep yang sangat penting dalam
akuntansi, dimana pencatatan basis kas
adalah teknik pencatatan ketika transaksi
terjadi dimana uang benar-benar diterima
atau dikeluarkan. Dengan kata lain
akuntansi kas basis adalah basis akuntansi
yang mengakui pengaruh transaksi dan
peristiwa lainnya pada saat kas atau setara
kas diterima atau dibayar yang digunakan
untuk pengakuan pendapatan, belanja dan
pembiayaan.
Kas basis akan mencatat kegiatan
keuangan saat kas atau uang telah diterima
misalkan perusahaan menjual produknya
akan tetapi uang pembayaran belum
diterima maka pencatatan pendapatan
penjualan produk tersebut tidak dilakukan,
jika kas telah diterima maka transaksi
tersebut baru akan dicatat seperti halnya
dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk
semua transaksi yang dilakukan, kedua
teknik tersebut akan sangat berpengaruh
terhadap laporan keuangan, jika
menggunakan dasar akrual maka penjualan
produk perusahaan yang dilakukan secara
kredit akan menambah piutang dagang
sehingga berpengaruh pada besarnya
piutang dagang sebaliknya jika yang di
pakai cash basis maka piutang dagang akan
dilaporkan lebih rendah dari yang
sebenarnya terjadi
Definisi akuntansi berbasis kas (cash based
accounting) menurut Erlina, Omar sp dan
Rasdianto (2015,11) Akuntansi berbasis
kas adalah basis akuntansi yang mengakui
pengaruh trasnsaksi dan peristiwa lainnya
pada saat kas atau setara kas diterima atau
dibayarkan ( PSAP No. 1 paragraf 8).
Fokus Pengukurannya pada saldo kas dan
perubahan saldo kas, dengan cara
membedakan antara kas yang diterima dan
kas yang dikeluarkan. Ruang lingkup
akuntansi berbasis kas ini meliputi saldo
kas, penerimaan kas,dan pengeluaran kas.
Keterbatasan sistem akuntansi berbasis kas
adalah keterbatasan informasi yang
dihasilkan karena terbatas pada
pertanggung jawaban manajemen atas aset
dan kewajiban. Menurut
Mardiasmo (2002) Pada penerapan
akuntansi kas, pendapatan dicatat pada saat
kas diterima dan pengeluaran dicatat pada
saat kas dikeluarkan. Kelebihan dari cash
basis adalah mencerminkan pengeluaran
yang riil, aktual, dan objektif. Namun,
GAAP tidak membenarkan pencatatan
dengan dasar kas karena tidak dapat
mencerminkan kinerja yang sesungguhnya.
Dengan cash basis, tingkat efisiensi dan
efektifitas suatu kegiatan, program, dan
aktivitas tidak dapat diukur dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar