Sikap (attitude) adalah
kecenderungan psikologis yang
diekspresikan dengan mengevaluasi suatu
entitas tertentu dengan beberapa
pertimbangan yang menguntungkan atau
merugikan (Eagly dan Chaiken, 1995).
Keyakinan (beliefs) dan evaluasi (evaluation)
adalah unsur yang membentuk sikap
(Assael, 1998). Seseorang dapat memegang
beberapa keyakinan terhadap sebuah
obyek, selanjutnya keyakinan tersebut
dievaluasi dan secara bersama-sama
membentuk sikap. Penelitian sebelumnya
menunjukkan bahwa kausalitas mengalir
secara urut dari nilai-nilai (values) kemudian sikap (attitude) dan selanjutnya perilaku
(behavior), membentuk hubungan hirarkis
nilai-sikap-perilaku (value-attitude-behavior)
(Thøgersen dan Olander, 2002). Ini berarti
bahwa nilai-nilai berdampak pada sikap,
yang pada gilirannya mempengaruhi
perilaku seseorang. Kepercayaan yang
paling umum dipegang tentang produk hijau
adalah bahwa produk tersebut lebih sehat
dan menjanjikan perlindungan terhadap
lingkungan yang lebih baik. Jadi,
kepedulian pada kesehatan dan pada
lingkungan adalah dua faktor yang paling
sering dinyatakan untuk merumuskan
pembelian produk hijau (Polonsky dan
Ottmann, 1998). Kesadaran akan kesehatan
diri (health conciousness), sikap peduli
lingkungan (environmental atiitude) dan
persepsi kualitas (perceived quality)
diyakini menjadi faktor penentu sikap
terhadap produk hijau (Attitude toward
organic foods).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar