Selasa, 20 Agustus 2019

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Iklim Organisasi (skripsi dan tesis)


Menurut Siagian menjelaskan iklim organisasi sebagai kondisi kerja
yang bersifat fisik dan non fisik dari lingkungan kerja yang turut
berpengaruh terhadap perilaku dan yang menjadi faktor motivasional yang
perlu mendapat perhatian setiap pemimpin dalam organisasi. Brief 
mengemukakan ada empat faktor yang mendukung iklim sekolah, yaitu
lingkungan fisik yang mendukung dan kondusif untuk pembelajaran,
lingkungan sosial yang mendorong komunikasi dan interaksi, lingkungan
afektif yang mendorong rasa kepemilikan dan rasa percaya diri, dan
lingkungan akademik yang mendorong belajar dan pemenuhan diri. Stringer mengemukakan bahwa terdapat lima faktor yang
mempengaruhi terjadinya iklim suatu organisasi, yaitu lingkungan eksternal,
strategi, praktik kepemimpinan, pengaturan organisasi, dan sejarah
organisasi. Masing-masing faktor ini sangat menentukan, oleh karena itu
orang yang ingin mengubah iklim suatu organisasi harus mengevaluasi
masing-masing faktor tersebut. Kelima faktor tersebut adalah:
a. Lingkungan Eksternal. Industri atau bisnis yang sama mempunyai iklim
organisasi umum yang sama. Misalnya, iklim organisasi umum
perusahaan asuransi umumnya sama, demikian juga dengan iklim
organisasi pemerintah, sekolah dasar, atau perusahaan industri minyak
kelapa sawit di Indonesia, mempunyai iklim umum yang sama.
Kesamaan faktor umum tersebut disebabkan pengaruh lingkungan
eksternal organisasi.
b. Strategi Organisasi. Kinerja suatu perusahaan bergantung pada strategi
(apa yang diupayakan untuk dilakukan), energi yang dimiliki oleh
karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diperlukan oleh strategi,
dan faktor-faktor lingkungan penentu dari level energi tersebut. Strategi
yang berbeda menimbulkan pola iklim organisasi yang berbeda. Strategi
mempengaruhi iklim organisasi secara tidak langsung.
c. Pengaturan organisasi. Pengaturan organisasi mempunyai pengaruh
paling kuat terhadap iklim organisasi.
d. Kekuatan Sejarah. Semakin tua umur suatu organisasi semakin kuat
pengaruh kekuatan sejarahnya. Pengaruh tersebut dalam bentuk tradisi
dan ingatan yang membentuk harapan anggota organisasi dan
mempunyai pengaruh terhadap iklim organisasinya.
e. Kepemimpinan. Perilaku pemimpin mempengaruhi iklim organisasi yang
kemudian mendorong motivasi karyawan. Motivasi karyawan merupakan
pendorong utama terjadinya kinerja.

Tidak ada komentar: