Selasa, 20 Agustus 2019

 Ambiguitas peran (skripsi dan tesis)


Konflik peran yang dialami para karyawan kemungkinan dikarenakan
mereka mengalami kesulitan dalam hal memenuhi tuntutan atas peranannya, akan tetapi setidaknya mereka mengetahui apa yang menjadi harapan mereka. Berbeda halnya dengan ambiguitas peran yang kekurangan informasi dalam hal tugas-tugas yang harus mereka kerjakan.
Menurut Kreitner dan Kinicki (2005), ambiguitas peran adalah
pengharapan orang lain yang tidak diketahui. Ambiguitas peran muncul karena
kurangnya informasi atau karena tidak adanya informasi sama sekali atau
informasinya tidak disampaikan (Cahyono, 2008).
Ambiguitas peran dirasakan jika seorang karyawan tidak memiliki cukup
informasi untuk dapat melaksanakan tugasnya, atau tidak mengerti atau
merealisasi harapan-harapan yang berkaitan dengan peran tertentu (Munandar, 2008).
Para karyawan baru organisasi seringkali mengeluhkan deskripsi kerja dan
kriteria promosi mereka yang tidak jelas. Menurut teori peran, ambiguitas peran berkepanjangan dapat mendorong terjadinya ketidakpuasan kerja, mengikis rasa percaya diri, dan menghambat kinerja pekerjaan. Menurut Hutami (2000), bahwa ambiguitas peran dapat timbul pada lingkungan kerja saat seseorang kurang mendapat informasi yang cukup mengenai kinerja yang efektif dari sebuah peran. Dalam suatu organisasi sebaiknya memiliki keterangan yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh karyawan.
Ambiguitas peran diperlukan untuk menghasilkan performance yang baik,
karena karyawan perlu mengetahui tujuan dari pekerjaan, apa yang diharapkan
untuk dikerjakan serta skope dan tanggung jawab dari pekerjaan mereka. Saat
tidak ada kepastian tentang definisi kerja dan apa yang diharapkan dari
pekerjaannya maka akan timbul ambiguitas peran (Rivai dan Deddy; 2010).

Tidak ada komentar: