“Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda
yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas atau independen variabel
(X1,2,3,...,n) di mana akan di ukur keeratan hubungan antarvariabel
bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r)".
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada sebuah
model regresi ditentukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika
terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas.
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel
independen. Jika terbukti ada multikolinearitas, sebaiknya salah satu dari
variabel independen yang ada dikeluarkan dari model, lalu pembuatan
model regresi diulang kembali (Santoso. 2012). Untuk
mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari besaran
variance inflation factor (VIF) dan Tolerance. Pedoman suatu model
regresi yang bebas multikolinearitas adalah mempunyai angka tolerance
mendekati 1. Batas VIF adalah 10, jika nilai VIF dibawah 10, maka tidak
terjadi Multikolinearitas.,
Menurut Imam Ghozali (2013:105) menyatakan untuk mendeteksi
ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah
sebagai berikut:
1. "Jika R
2
yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi
empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel
independen banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel
dependen.
2. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika
antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi
(umumnya diatas 0,90), maka hal ini mengindikasikan adanya
multikolinearitas. Tidak adanya korelasi yang tinggi antar
variabel independen tidak berarti bebas dari multikolinearitas.
Multikolinearitas dapat disebabkan karena adanya efek kombinasi
dua atau lebih variabel independen.
3. Multikolinearitas juga dapat dilihat dari:
a) tolerance value dan
lawanya
b) Variance Inflation Faktor (VIF). Tolerance mengukur
variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak
dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance
yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena
52
VIF=1/tolerance).
Pengujian multikolinearitas dapat dilakukan
sebagai berikut:
- Tolerance value < 0,10 atau VIF > 10 : terjadi multikolinearitas.
- Tolerance value > 0,10 atau VIF < 10 : tidak terjadi multikolinearitas".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar