Selasa, 02 April 2019
Uji Heteroskedastisitas (skripsi dan tesis)
Menurut Danang Sunyoto (2016:90) menjelaskan uji
heteroskedastisidas sebagai berikut:
"Dalam persamaan regresi beranda perlu juga diuji mengenai sama
atau tidak varian dari residual dari observasi yang satu dengan
observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varian yang sama
disebut terjadi Homoskedastisitas dan jika variansnya tidak sama atau
berbeda disebut terjadi Heteroskedastisitas. Persamaan regresi yang
baik jika tidak terjadi heteroskedastisitas".
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari satu observasi ke
observasi yang lain, apabila kesalahan atau residual dari metode yang
diamati tidak memiliki varian yang konstan dari suatu observasi ke
observasi lainnya artinya setiap observasi mempunyai realibilitas yang
berbeda akibat perubahan kondisi yang melatarbelakangi tidak terangkum
dalam spesifikasi model. Untuk menguji ada tidaknya Heteroskedastisitas
digunakan grafik plot. Jika ada pola tertentu. Seperti titik-titik yang ada
membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian
menyepit), maka mengindikasikan telah terjadi Heteroskedastisitas. Dan
bila tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah
angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.
53
Menurut Imam Ghozali (2013: 139) ada beberapa cara untuk
mendeteksi heterokedastisitas, yaitu :
"Dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot
antara ZPRED dan SRESID dimana sumbu Y adalah Y yang telah
diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya)
yang telah distudentized. Homoskedastisitas terjadi jika pada
scatterplot titik-titik hasil pengolahan data antara ZPRED dan SRESID
menyebar dibawah maupun di atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y
dan tidak mempunyai pola yang teratur".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar