Menurut Danang Sunyoto (2016:92) menjelaskan uji normalitas
sebagai berikut:
"Selain uji asumsi klasik multikolinieritas dan heteroskedastisitas, uji
asumsi klasik yang lain adalah uji normalitas, di mana akan menguji
data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan
regresi yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak
normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data
50
variabel bebas dan data variabel terikat berdistribusi mendekati normal
atau normal sama sekali".
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakan distribusi variabel
terkait untuk setiap variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak
dalam model regresi linear, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai eror yang
berdistribusi normal. Uji normalitas bertujusn untuk menguji apakah
distribusi variabel terikat untuk detiap nilai variabel bebas tertentu
berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model
regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga
layak dilakukan pengujian secara statistik. Pengujian normalitas data
menggunakan Test of Normality Kolmogorov-Smirnov dan juga
digunakan grafik, yaitu normal probability plot.
menurut Singgih Santosa (2012:393) dasar pengambilan keputusan
dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significanted), yaitu:
1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi
adalah normal.
2) Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi
adalah tidak n
Tidak ada komentar:
Posting Komentar