Kita telah melihat bahwa segmen
pasar dan ceruk pasar dapat diidentifikasi dengan menggunakan variabel-variabel
yang berurutan untuk membagi sebuah pasar. Sebagai contoh: Sebuah perusahaan
penerbangan ingin menarik orang-orang
yang tidak menggunakan transportasi udara (variabel segmentasi status pemakai).
Orang-orang tersebut adalah mereka yang takut terbang, mereka yang tidak acuh,
dan mereka yang yakin terhadap penerbangan (variabel segmetasi sikap). Di
antara yang mereka yakin adalah orang-orang dengan penghasilan tinggi yang
dapat membiayai penerbangan (variabel segmentasi: penghasilan). Perusahaan
penerbangan dapat memutuskan untuk menetapkan sasaran pada orang-orang dengan
penghasilan tinggi yang memiliki sikap yang positif terhadap penerbangan tetapi
benar-benar belum pernah terbang.
Pertanyaan muncul: Adakah prosedur
resmi untuk mengidentifikasi segmen utama dalam suatu pasar? Ini adalah satu
pendekatan umum yang digunakan oleh perusahaan riset pemasaran. Prosedur
tersebut terdiri dari tiga tahap. (Kotler 2005)
1). Tahap survei:
Periset menyelenggarakan wawancara untuk mencari penjelasan
dan memusatkan perhatian pada kelompok untuk memperoleh pandangan terhadap
motivasi konsumen, sikap, dan perilaku. Dengan menggunakan penemuan ini,
periset menyiapkan kuisioner resmi untuk mengumpulkan data mengenai:
·
Sifat dan peringkat kepentingan
mereka
·
Kesadaran merek dan peringkat
merek
·
Pola penggunaan produk
·
Sikap terhadap golongan produk
·
Demografi, psikografi, dan
mediagrafi dari responden
2). Tahap analisis:
Periset menggunakan analisis
faktor pada data untuk membuang variabel yang berkorelasi tinggi.
Kemudian periset menggunakan analisis kelompok untuk menghasilkan
penetapan jumlah segmen maksimum.
3). Tahap pembentukan:
Masing-masing kelompok sekarang dibentuk dengan
persyaratan perbedaan sikap, perilaku, demografi, psikografi, dan kebiasaan
konsumsi media mereka. Masing-masing segmen dapat diberi nama berdasarkan
sifat-sifat dominan yang membedakan. Karena itu, dalam penelitian mengenai
pasar waktu senggang, Andreasen dan Belk menemukan enam segmen pasar: orang
yang pasif dan senang tinggal dirumah; orang yang aktif dan penggemar olah
raga; orang yang berkecukupan dan mempunyai kontrol diri pendukung kebudayaan;
orang yang aktif dan senang tinggal dirumah; dan orang yang aktif dalam
kegiatan sosial. Mereka menemukan bahwa organisasi yang mengadakan pertunjukan
seni dapat menjual paling banyak tiket dengan menetapkan sasaran pada
orang-orang yang mendukung kebudayaan dan yang aktif dalam kegiatan-kegiatan
sosial.
Prosedur
segmentasi pasar ini harus dilakukan kembali secara periodik karena segmen
pasar berubah. Contohnya, Kopi Tugu Luwak hanya mengonsumsikan masalah harga.
Kapal Api selanjutnya melampui Tugu Luwak dengan memperkenalkan kopi yang
ditujukan pada segmen penghasilan yang berbeda. Kemudian, Indocafe menyadari
adanya perkembangan segmen pembeli kopi yang mencari kualitas, keandalan dan
instan. Sangat sering, perusahaan baru menerobos pasar dengan kubu pertahanan
melalui penemuan peluang segmentasi baru dalam pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar