Rabu, 05 April 2017

Perencanaan Kota (skripsi dan tesis)


Teori perancangan kota pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat, dimana teoriteori tersebut sangat dipengaruhi oleh pendapat dari pakar perencanaan kota di Inggris, diantaranya Ebenezer Howard, Robert Owen, dan Edwin Chadwick. Teori Perancangan Kota saat ini berubah cukup signifikan dengan adanya peristiwa 9/11, dimana pendekatan perancangan sekarang lebih ditekankan kepada kebutuhan manusia untuk beraktifitas di dalam lingkungan yang lebih kecil dan manusiawi. Teori-teori klasik Arsitektur Kota dibagi dalam tiga kelompok besar. Pembagian ini lebih kepada fokus dari masing-masing teori; bukan berarti teori yang satu menyalahkan yang lain, tetapi saling melengkapi; yaitu: Figure-ground theory, Linkage theory dan Theory of place (Trancik, 1986).
Konsep Teori Klasik Arsitektur Kota (Sumber: Zahn, 1999)
1. Figure-ground theory, teori ini lebih menekankan pada pengenalan struktur kota figure and ground; solid and void; atau building and open space. Figure adalah wilayah/ area kota yang terbangun, sedangkan ground adalah wilayah/area kota yang tidak terbangun. Pengenalan terhadap stuktur kota ini berguna untuk mengetahui keteraturan, pola perkembangan, keseimbangan dan kepadatan.
2. Linkage theory adalah teori yang memahami struktur kota melalui keterkaitan fungsi satu sama lain. Fungsi vital kota dalam skala yang relatif besar bisa dianggap sebagai generator pertumbuhan kota; seperti fungsi pendidikan, fungsi mall, atau fungsi pabrik. Fungsi-fungsi vital ini men-generate pertumbuhan kota dengan cukup cepat. Seperti contoh, dengan beroperasinya suatu pabrik (dengan skala relatif besar) pada suatu kawasan tertentu, akan men-generate pertumbuhan disekitarnya, seperti pertumbuhan retail, perkampungan menengah dan bawah, fungsi pendidikan, dan lain-lain. Linkage teori menggaris bawahi keterkaitan antara generator-generator kota tersebut.
3. Theory of place diperkenalkan oleh Roger Trancik. Teori ini memahami kota lebih kepada makna dari ruang kota tersebut. Yang dimaksud makna adalah nilai atau value yang berakar dari budaya setempat. Contoh alun-alun di Yogyakarta, ruang kota ini memberikan makna / nilai tersendiri terhadap kota Yogyakarta, karena nilai historis ruang tersebut dan makna dari alun-alun itu sendiri terhadap struktur kota Yogyakarta secara keseluruhan.
4. Teori Imageable City yang disampaikan Kevin Lynch pada prinsipnya adalah pengembangan hasil penelitian yang berasal dari keilmuan psikologi lingkungan. Pakar psikologi lingkungan tersebut diantaranya James Gibson, Steven Holl, dan Pierre von Meiss. Pakar-pakar inilah yang mengawali pemahaman terhadap interaksi antara manusia sebagai pengamat dan obyek lingkungan yang diamati. Pada tahun 1950 Kevin Lynch mencoba memformulasikan persepsi lingkungan khususnya terhadap kota melalui penelitiannya. Temuan Lynch dari penelitian ini dianggap paling signifikan dalam ilmu persepsi lingkungan (arsitektur dan perkotaan) karena teknik/ metode yang dipakai melalu mental map yang dianggap paling mampu mengkaitkan antara ide abstrak (persepsi) dan ide nyata melalui pemahaman struktur kota (master-plan).
Perancangan Kota (Urban Design) merupakan suatu perpaduan kegiatan antara profesi perencana kota, arsitektur, lansekap, rekayasa sipil, dan transportasi dalam wujud fisik. Perancangan kota lazimnya lebih memperhatikan pada bentuk fisik kota. Perancangan kota dapat mewujudkan dirinya dalam betuk tampak depan bangunan, desain sebuah jalan, atau sebuah rencana kota tau dapat dikatakan pula bahwa perancangan kota berkaitan dengan bentuk wilayah perkotaan. Ruang-ruang terbuka berbentuk jalan, taman, dan akhirnya ruang yang lebih besar, dirancang bersamaan dengan perancangan fisik bangunannya, sehingga kota tersebur merupakan proses dan produk dari perancangan kota. Produk perancangan kota tersebut dapat dikategorikan dalam dua bentuk umum yang disebut Ruang Kota (Urban Space) dan Ruang Terbuka (Open Space).(Eko,1999)

Tidak ada komentar: