Sabtu, 02 Desember 2023

Sudut Pandang Kepuasan Kerja


Kemudian sebagai pembanding, Rivai (2015), menjelaskan bahwa teori
tentang kepuasan dijelaskan dalam beberapa poin, yaitu :
a. Teori Ketidaksesuaian
Teori ini melakukan pendekatan dengan cara membandingkan antara
harapan dan hasil yang didapatkan oleh pegawai. Apabila harapanya dapat
terpenuhi bahkan melebihi apa yang diinginkan makan pegawai akan
merasakan sebuah kepuasan. Jadi kepuasan kerja agan sangat bergantung
dengan apa yang didapatkan oleh seseorang dari organisasi.
b. Teori Keadilan
Teori ini menjelaskan bahwa setiap orang akan merasa puas ketika
terjadi keadilan di dalam proses dan tempat kerjanya. Kemudian komponen
yang diukur adalah input, hasil, keadilan dan ketidakadilan. Dalam teori ini
dijelaskan pegawai akan membandingkan input, hasil, keadilan dan
ketidakadilan antara dirinya dengan orang lain. Bilamana hasilnya seimbang
maka pegawai akan merasa puas, namun jika tidak melihat keseimbangan
makan akan sebaliknya, yaitu ketidakpuasan yang akan terjadi.
c. Teori Dua Faktor
Dalam teori ini kepuasan dan ketidakpuasan merupakan hal yang
berbeda. Teori ini membagi karektiristik pekerjaan menjadi dua kelompok
yaitu : Satisfies (motivator) adalah faktor yang dibutuhkan untuk menjadi
sumber kepuasan kerja. Ketika terpenuhinya kebutuhan ini makan akan
menyebabkan kepuasan. Kemudian dissatisfies (ketidakpuasan) adalah
faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan. Faktor ini diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan secara biologis. Faktor ini jika dapat terpenuhi maka
seseorang akan merasa puas namun jika hanya memenuhi karyawan tidak
akan merasa kecewa, namun tidak merasakan kepuasan.

Tidak ada komentar: