Bhatnagar (2007) dalam “Talent Management strategy of Employee
Engagement in India ITES Employee : Key to retention” meneliti 272 karyawan
BPO/ITES, menggunakan Gallup q12 atau Gallup Workplace Audit. Diskusi
kelompok didasarkan pada alasan untuk masalah unik dari keterikatan kerja.
Pada tahap kedua, salah satu organisasi BPO dari sampel tahap I dipilih secara
acak dan data wawancara dianalisis menggunakan analisis faktor dan analisis
isi. Hasil penelitian ini menunjukan salah satu indikator pengukuran
manajemen talenta ditunjukan pada indikator proses perencanaan karir, insentif
dan dukungan dari organisasi kepada pegawai agar mendapatkan keterikatan
kerja yang tinggi. Kemiripan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah
menggunakan variabel manajemen talenta dan keterikatan kerja. Sedangkan
perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan ada tambahan variabel
kepemimpinan autentik dan kepuasan kerja. Kemudian lokasi penelitian juga
dilakukan di tempat yang berbeda.
Sadeli (2012) dalam “The Influence of Leadership, Talent Management,
Organizational Culture and Organizational Support on Employee
Engagement” Mendapatkan hasil dan menunjukan bahwa kepemimpinan secara
signifikan mempengaruhi variabel mediasi, sedangkan kepemimpinan
transformasional harus melalui perilaku kepemimpinan. Praktek manajemen
talenta dan budaya organisasi mempengaruhi keterikatan kerja. Adapun
persamaan penelitian ini yaitu variabel manajemen talenta dan keterikatan
kerja. Perbedaan penelitian ini yaitu model penelitian dengan menempatkan
keterikatan kerja sebagai mediasi, selain itu adanya variabel kepemimpinan
autentik dan kepuasan kerja yang akan digunakan. Kemudian lokasi penelitian
yang dilakukan juga di tempat yang berbeda.
Alias et.al. (2014) dalam penelitianya yang berjudul “Examining The
Mediating Effect of Employee Engagement on The Relationship between Talent
Management practice and Employee Retention in The Information and
Technology (IT) organization in Malaysia.” meneliti 840 karyawan. Hasil
penelitianya menunjukan bahwa praktek manajemen talenta dengan dimensi
dukungan manajerial, pengembangan karir, penghargaan dan pengakuan
memiliki hubungan yang positif terhadap keterikatan kerja. Selain itu
keterikatan kerja ditemukan memiliki korelasi yang positif dengan retensi
karyawan. Persamaan dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan
variabel manajemen talenta sebagai variabel independen dan keterikatan kerja
sebagai variabel mediasi. Adapun perbedaan penelitian ini yaitu tambahan
variabel kepemimpinan autentik sebagai variabel independen dan kepuasan
kerja sebagai variabel dependen. Lokasi penelitian juga digunakan di tempat
yang berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar