and Job Satisfaction in Portuguese Nursing Staff : A Winning combination,
applied nursing research.” meneliti 215 perawat profesional tiga tumah sakit
umum di Portugal Selatan. Penelitian ini membuktikan bahwa keterikatan kerja
memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Persamaan
penelitian ini adalah meneliti variabel keterikatan kerja dan kepuasan kerja.
Perbedaan penelitian ini adanya variabel tambahan yaitu manajemen talenta dan
kepemimpinan autentik. Penelitian ini juga dilaksanakan di lokasi yang
berbeda.
Penelitian Karanika et.al (2015) dalam “Organizatio identifikasi work
engagement and job satisfaction” meneliti karyawan di tiga organisasi di Inffirs
sebanyak 177 responden menemukan hasil bahwa keterikatan kerja dipengaruhi
oleh identifikasi organisasi. Kemudian kepuasan kerja dimediasi oleh
identifikasi organisasi dengan dimediasi keterikatan kerja. Persamaan penelitian
ini adalah meneliti variabel keterikatan kerja dan kepuasan kerja. Perbedaan
penelitian ini adanya variabel tambahan yaitu manajemen talenta dan
kepemimpinan autentik. Penelitian ini juga dilaksanakan di lokasi yang
berbeda.
Andrew dan Sofan (2012) dalam “Individual Factors and Work
Outcomes of Emploee Engagement” meneliti 104 pegawai yang bekerja di
Inland Board Malaysia.” Adapun penelitian ini menghasilkan bahwa
keterikatan kerja memiliki hubungan yang berpengaruh terhadap kepuasan
kerja, komitmen organisasai dan OCB (organizational citizenship behavior).
Persamaan dengan penelitian penelitian ini menggunakan variabel keterikatan
kerja dan kepuasan kerja. Adapun perbedaan dalam penelitian ini adanya
variabel manajemen talenta dan kepemimpinan autentik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar