Penelitian yang dilakukan oleh Penger dan Cerne (2014) dengan judul
“Authentic Leadership, Employee job’s Satisfaction and Keterikatan kerja : A
Hirarchical Linier Modeling Approach” mendapatkan hasil penelitian bahwa
terdapat hubungan positif antara kepemimpinan autentik terhadap kepuasan
kerja, dukungan supervisor memediasi hubungan antara kepemimpinan autentik
terhadap keterikatan kerja. Hubungan kepemimpinan autentik dan kepuasan
kerja dimediasi oleh dukungan pimpinan. Sedangkan hubungan antara
kepemimpinan autentik dan keterikatan kerja sebagian dimediasi oleh
dukungan supervisor. Ada kesamaan dengan penelitian ini yaitu penggunaan
variabel kepemimpinan autentik, keterikatan kerja, dan kepuasan kerja.
Sedangkan perbedaan penelitian ini menggunakan menambahkan variabel
manajemen talenta sebagai variabel eksogen. Kemudian lokasi penelitian ini
dilakukan di tempat yang berbeda.
Stander et.al, (2015) dengan judul penelitian “Authentic Leadership as a
source optimism, trust in The Organizational and Work Engagement in the
public Healt care sector” menunjukan bahwa hasil dari penelitian
kepemimpinan autentuk secara signifikan dapat memprediksi optimism dan
trust. Sedangkan trust dan optimism memediasi hubungan antara kepemimpinan
autentik dan keterikatan kerja. Dalam penelitian tersebut juga didapatkan hasil
bahwa kepemimpinan autentik memiliki hubungan langsung dengan keterikatan
kerja. Ada kemiripan antara penelitan terdahulu dengan penelitian yang akan
dilakukanyaitu menggunakan variabel kepemimpinan autentik dan keterikatan
kerja. Adapun perbedaanya dengan penelitain ini adanya tambahan variabel
manajemen talenta dan kepuasan kerja. Lokasi penelitian yang dilakukan juga
dilakukan di tempat yang berbeda.
Seco dan Lopes (2013) dalam “Calling For Authentic Leadership : The
Moderator Role of Calling on the Relationship between Authentic Leadership
and Work Engagement” menjelaskan hasil penelitiannya dan menunjukan
hubungan yang tidak signifikan antara kepemimpinan autentik dan keterikatan
kerja, namun ada efek mediasi calling agar kepemimpinan dapat berpengaruh
secara tidak langsung terhadap keterikatan kerja. Jadi walaupun hasilnya tidak
menunjukan pengaruh secara langsung, namun kepemimpinan autentik
berpengaruh secara tidak langsung terhadap keterikatan kerja. Persamaan
penelitian ini adalah terdapat penggunaan variabel kepemimpinan autentik dan
keterikatan kerja. Adapun perbedaanya ada tambahan variabel manajemen
talenta sebagai variabel independen dan kepuasan kerja sebagai variabel
dependen. Lokasi penelitian yang dilakukan juga berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar