Sabtu, 02 Desember 2023

Komitmen Organisasional


Komitmen karyawan merupakan faktor penting yang wajib dimiliki
oleh setiap karyawan (Amstrong dan Taylor, 2014). Komitmen merupakan
penentu utama suatu karyawan untuk berusaha dalam mengidentifikasikan
dirinya pada tujuan organisasi sehingga karyawan dapat bertahan dalam
organisasi, baik dalam jangka panjang atau pendek. Komitmen organisasional
didefinisikan sebagai sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan pada
organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan
perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan yang
berkelanjutan (Kaswan, 2012). Menurut Meyer et al. (1993), komitmen
organisasional terdiri dari tiga dimensi, yaitu komitmen afektif, normatif, dan
instrumental.
Menurut Adriansyah (2019), komitmen afektif adalah komitmen yang
muncul karena karyawan merasa senang bekerja di perusahaannya. Komitmen
normatif adalah komitmen yang terbentuk karena karyawan ingin menjaga norma
yang diyakininya benar. Contoh dalam pernyataan tersebut adalah karyawan
menganggap norma kesetiaan adalah norma yang terbaik sehingga karyawan
tersebut tidak ingin melanggar norma kesetiaan saja tanpa mempedulikan normal
yang lainnya. Komitmen instrumental adalah komitmen yang muncul karena
secara kalkulatif, karyawan merasa kelangsungan hidupnya menjadi lebih aman
jika tetap bekerja di perusahaan tempatnya bekerja, dan akan memperhitungkan
untung-rugi apabila karyawan tersebut tetap bekerja atau keluar dari perusahaan.
Menurut Meyer dan Herscovitch (2001), setiap individu secara
bersamaan dapat mengalami ketiga bentuk komitmen tersebut, namun dapat
berubah tergantung pada situasi organisasi dan tujuan pribadi karyawan itu
sendiri. Misalnya, komitmen instrumental muncul karena kurangnya kesempatan
yang berharga; dan kalimat tersebut menjadi kurang alternatif apabila
dikombinasikan dengan tingkat komitmen afektif atau komitmen normatif yang
tinggi (Gellatly et al., 2006).

Tidak ada komentar: