Sabtu, 02 Desember 2023

Komitmen Afektif


Di antara model 3 komponen komitmen yang sudah dijelaskan di atas,
komitmen afektif memiliki korelasi terkuat dan paling menguntungkan dengan
organisasi dan karyawan. Sejalan dengan ini, menurut Solinger et al. (2008),
komitmen afektif sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh karyawan tentang
organisasi, sedangkan komitmen instrumental dan normatif mencerminkan
perasaan yang tidak setia kepada suatu organisasi.
Menurut Allen dan Meyer (2000) dalam Semedo et al. (2018), untuk
dipekerjakan pada suatu organisasi, suatu karyawan harus memiliki komitmen
afektif yang kuat. Dengan kata lain, ketika karyawan tersebut percaya pada nilainilai organisasi, maka karyawan tersebut cenderung ingin menjadi bagian dari
organisasi tersebut. Menurut Meyer et al. (1993), komitmen afektif adalah ikatan
secara emosional yang melekat pada karyawan untuk mengidentifikasikan dan
melibatkan diri dengan organisasi.
Karyawan yang memiliki komitmen afektif yang kuat akan merasa
senang, nyaman, mau melakukan sesuatu demi kepentingan organisasi, serta ingin
tetap tinggal dan dipekerjakan dalam organisasi tersebut. Menurut Semedo et al.
(2018), seorang karyawan yang secara afektif berkomitmen pada organisasi
cenderung menyukai pekerjaan dan menjadi bagian dari organisasi, karena
percaya pada nilai-nilai dan tujuannya. Menurut Allen dan Meyer (1994) dalam
Sukamto et al. (2014), terdapat 3 indikator dalam komitmen afektif, antara lain
sebagai berikut:

  1. Emosional: Komitmen afektif menyatakan bahwa organisasi akan
    membuat karyawan memiliki keyakinan yang kuat untuk mengikuti segala
    nilai-nilai organisasi, dan berusaha unutk mewujudkan tujuan organisasi
    sebagai prioritas utama.
  2. Identifikasi: Komitmen afektif muncul karena kebutuhan, dan memandang
    bahwa komitmen terjadi karena adanya ketergantungan terhadap aktivitasaktivitas yang telah dilakukan dalam organisasi pada masa lalu dan hal ini
    tidak dapat ditinggalkan karena akan merugikan.
  3. Keterlibatan karyawan dalam organisasional: komitmen afektif muncul
    yang ditandai dengan keikutsertaannya dalam memperhatikan organisasi
    dengan kesediaannya bekerja melebihi target dengan tujuan agar
    organisasi tersebut maju dan berkembang.

Tidak ada komentar: