Pemimpin transformasional otentik adalah pemimpin yang
didalamnya menginspirasi para pengikutnya untuk mengenyampingkan
kepentingan pribadi mereka dan memiliki kemampuan mempengaruhi
yang luar biasa. Robbins & Judge (2017)
Konsep awal tentang kepemimpinan transformasional telah
diformulasikan oleh Burns (1978), Dalam Yukl, (2017), Selanjutnya Burns
menjelaskan “kepemimpinan transformasional otentik sebagai sebuah
proses yang padanya para pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri
ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi”. Para pemimpin
tersebut mencoba menimbulkan kesadaran dari para pengikut dengan
menyerukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai-nilai moral seperti
kemerdekaan, keadilan dan kemanusiaan bukan didasarkan atas emosi,
seperti keserakahan, kecemburuan dan kebencian.pengikut. Para pengikut
seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan,
kekaguman,kesetiaan dan hormat terhadap pemimpin tersebut dan mereka
merasa termotivasi untuk melakukan lebih dari pada yang awalnya
diharapkan oleh mereka.
Kepemimpinan transformasional otentik adalah “kepemimpinan
yang sangat menyadari bagaimana dirinya berpikir dan berperilaku dan
dirasakan oleh orang lain sebagai kesadaran diri sendiri. Kesadaran orang
lain tentang nilai-nilai moral, pengetahuan, dan kekuatan; Kesadaran
tentang konteks dimana diri beroperasi; dan percaya diri, penuh harapan,
optimis, tangguh, dan karakter moral yang tinggi”. Avolio dan Gardner
(2005).
Pemimpin transormasional otentik adalah orang yang memiliki
integritas tinggi, pemimpin yang memiliki rasa yang mendalam tentang
tujuan dan kebenaran nilai-nilai inti yang dianut, pemimpin yang memiliki
keberanian untuk membangun organisasi memenuhi kebutuhan seluruh
pemangku kepentingan, dan menyadari pentingnya layanan kepada
masyarakat George (2003). Pemimpin otentik meningkatkan kadar
kemampuan psikologis yang positif dari para bawahan. Pemimpin otentik
meningkatkan harga diri, harapan,kepercayaan, ketahanan, dan optimisme
para bawahan. Cerne (2014).
Pemimpin otentik penuh harapan, optimis, tangguh, dan transparan, serta
secara konsisten beroperasi dengan nilai-nilai yang dapat dicapai oleh
orang lain (visibel), fokus pada etika atau hal yang benar untuk
dilaksanakan, mengambil risiko pribadi, menempatkan prioritas
pengembangan bagi orang lain, dan bekerja untuk memastikan komunikasi
yang dirasakan oleh orang lain sebagai komunikasi yang transparan. Avolio
(2004).
Bass dan Steidlmeier, (1998) memberi ciri kepada pemimpin yang
menjalankan “Kepemimpinan Transformasional yang Otentik” sebagai
berikut :“Leaders are authentically transformational when they increase
awareness of what is right, good,important, and beautiful, when they help
to evelate followers’ needs for achievement and selfactualization,when they
foster in followers higher moral maturity, and when they movefollowers to
go beyond their self-interests for the good of their group, organization or
society”. Para pemimpin transformasional yang sesungguhnya yakni ketika
mereka memberikan kesadaran tentang apa itu benar, baik, indah,
ketikamereka membantu meninggikan kebutuhan dari para bawahan dalam
mencapai apa yang diinginkan dan dalam mencapai aktualisasi, para
pemimpin membantu dalam mencapai tingkat kedewasaan moral yang lebih
tinggi dan ketika para pemimpin itu mampu menggerakkan para
bawahannya untuk melepaskan kepentingan diri mereka sendiri untuk
kebaikan grup, organisasi, maupun masyarakat.
Dalam Wahjono (2010) menurut (Bass, 1985, Bass & Steidmeir 1998,
Bass & Avolio, 1990) kepemimpinan transformasional yang otentik
mengandung empat komponen yakni:
1) Idealized Influence: dari pemimpin adalah memimpikan, yakin dan
membentuk standart yang tinggi usaha penyamaannya.
2) Inspirational Motivation: akan menjadi bekal para pengikut dalam
menghadapi tantangan untuk mencapai tujuan.
3) Intellectual stimulation: dari kepemimpinan transformasional
membantu para pengikut untuk menjawab asumsi dan untuk
membangkitkan solusi yang lebih kreatif terhadap masalah-masalah
yang dihadapi
4) Individualized Consideration.: dari kepemimpinan transformasional
memperlakukan masing-masing bawahan sebagai individu dan
mendampingi, memonitor dan menumbuhkan peluang.
Kepemimpinan transformasional yang otentik akan ditandai dengan
standar moral dan etika yang tinggi dari masing-masing komponen
diatas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar