Perlu adanya pengukuran yang jelas dalam mengetahui ukuran secara
objektif mengenai keterikatan kerja. Ada dua dimensi yang jelaskan oleh
(Macey, et.al, 2009) mengenai pengukuran keterikatan kerja, yaitu:
(1) Keterikatan kerja sebagai energi psikis
Pegawai merasakan pengalaman puncak (peak experience) dengan
berada di dalam pekerjaan dan arus yang terdapat di dalam pekerjaan tersebut.
Keterikatan kerja merupakan keseriusan ketika larut dalam pekerjaan
(immersion), perjuangan dalam pekerjaan (striving), penyerapan (absorption),
fokus (focus) dan juga keterlibatan (involvement).
(2) Keterikatan kerja sebagai energi tingkah laku:
Bagaimana keterikatan kerja terlihat oleh orang lain. Keterikatan kerja
terlihat oleh orang lain dalam bentuk tingkah laku yang berupa hasil. Tingkah
laku yang terlihat dalam pekerjaan berupa:
a. Pegawai akan berfikir dan bekerja secara proaktif. Kemudian akan
mengantisipasi kesempatan untuk mengamnbil tindakan dengan cara yang
sesuai dengan tujuan organisasi
b. Pegawai merasakan tidak terikat pada job descripstion, mereka fokus pada
tujuan dan mencoba untuk mencapai secara konsisten mengenai kesuksesan
organisasi.
c. Pegawai secara aktif mencari cara untuk dapat memperluas kemampuan
yang dimiliki dengan jalan yang sesuai dengan visi perusahaan.
d. Pegawai pantang menyerah walau dihadapkan dengan rintangan atau situasi
yang membingungkan.
Sedangkan indikator keterikatan kerja menurut (Schaufeli et.al, 2002),
terdiri dari tiga dimensi yaitu:
a. Vigor (semangat) merupakan aspek yang ditandai dengan tingginya tingkat
kekuatan dan mental dalam bekerja, keinginan untuk berusaha dengan
sungguh-sungguh di dalam pekerjaan, gigih dalam menghadapi kesulitan
b. Dedication (dedikasi) ditandai oleh suatu perasaan yang penuh makna,
antusias, inspirasi, kebanggaan dan menantang dalam pekerjaan. Orangorang yang memiliki skor dedikasi yang tinggi secara kuat mengidentifikasi
pekerjaan mereka karena menjadikannya pengalaman berharga,
menginspirasi dan menantang. Disamping itu, mereka biasanya merasa
antusias dan bangga terhadap pekerjaan mereka. Sedangkan skor rendah
pada dedication berarti tidak mengidentifikasi diri dengan pekerjaan karena
mereka tidak memiliki pengalaman bermakna, menginspirasi atau
menantang, terlebih lagi mereka merasa tidak antusias dan bangga terhadap
pekerjaan mereka.
c. Absorption (keasyikan) dalam bekerja, pegawai selalu penuh konsistensi
dan serius terhadap suatu pekerjaan. Dalam bekerja waktu terasa terlalu
begitu cepat dan menemukan kesulitan dalam memisahkan diri dengan
pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar