Dengan Pendekatan Balanced ScoredPerkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah merubah pola persaingan perusahaan dari industrial competition menjadi information competition, dimana telah mengubah acuan yang dipakaiuntuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Alat ukur kinerja tradisional yang memfokuskan pada pengukuran keuangan tentunya harus bergeser menyesuaikandengantuntutanagarmemberikanarahyanglebihbaikbagi perusahaan Hanya dengan menggunakan
ukuran keuangan saja, belum dapat menggambarkan kinerja suatu perusahaan secarakeseluruhan.BSC merupakan suatu alat pengukuran kinerja perusahaan yang mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan baik keuangan maupun non keuangan dengan mempertimbangkan empat aspek yang berkaitan dengan perusahaan, antara lain: aspek keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.BSC terdiri dari dua kata yaitu balanced dan scorecard. Scorecard artinya kartu skor, maksudnya adalah kartu skor yang akan digunakan untuk merencanakan skor yang diwujudkan di masa yang akan datang, sedangkan balanced artinya berimbang, maksudnya adalah untuk mengukur kinerja seseorang diukur secara berimbang dari dua perspektif yaitu keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern (Mulyadi, 2007). Kata “balanced” disini menekankan keseimbangan antara beberapa faktor, yaitu:1)Keseimbangan antara pengukuran eksternal bagi stakeholders’ dan konsumen dengan pengukuran internal bagi proses internal bisnis, inovasi, dan proses belajar dantumbuh.2)Keseimbangan antara pengukuran hasil dari usaha masa lalu dengan pengukuran yang mendorong kinerja masamendatang.3)Keseimbangan antara unsur objektivitas, yaitu pengukuran berupa hasil kuantitatif yang diperoleh secara mudah dengan unsur subjektivitas, yaitu pengukuran pemicu kinerja yang membutuhkan pertimbangan. BSC sebagai suatu sistem pengukuran kinerja dapat digunakan sebagai alat pengendalian,analisis,danmerevisistrategiorganisasi(Campbelletal (2002) dalam Imelda R. H. N, JAK, 2004: 107). BSC dikembangkan oleh professor-profesor dari Harvard University Fakultas Bisnis yaitu DavidP. Norton dan Bob Kaplan tahun 1992 dengan menerbitkan tulisannya di majalah Harvard Business Review edisi Januari Februari yang berjudul “measuresthatdriveperformance”tentangkonsepBSC.BSC merupakan penjabaran dari visi, misi, dan strategi perusahaan dalam serangkaian tujuan dan dari penjabaran tersebut dijadikan ukuran bagi pengukuran prestasi perusahaan. Visi, misi, dan strategi tersebut dijabarkan dalam empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. BSC menekankan bahwa pengukuran keuangan dan non keuangan harus merupakanbagiandarisisteminformasibagiseluruhkaryawandarisemua tingkatan dalam perusahaan. Sehingga BSC merupakan suatu framework, suatu bahasa untuk mengkomunikasikan misi dan strategi kepadaseluruhpegawai tentang apa yang menjadi kunci penentu sukses saat ini dan masa mendatang. Sebagai sarana komunikasi misi dan strategi, BSC memuat suatu pesan kepada semua karyawan tentang pentingnya mengejar secara seimbang terhadap empat perspektif sekaligus.Tujuan dan pengukuran keuangan dalam BSC bukan hanya penggabungan dari ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan yang ada melainkan merupakan hasil dari proses top-down berdasarkan misi dan strategi dari suatu unit usaha.Visi dan strategi harus diterjemahkan oleh BSC menjadi suatu tujuan dan ukuran yang nyata.Menurut Kaplan & Norton (2001 : 28 ) Pengukuran dalam BSC dibagi kedalam empat perspektif :
1)Perspektif Keuangan (FinancialPerspective)2)Perspektif Pelanggan (CostumerPerspective)3)Persspektif Proses Bisnis Internal (Internal ProcessPerspective)4)Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ( Learning andGrowth Perspective
Tidak ada komentar:
Posting Komentar