Senin, 19 Desember 2022

Lembaga Keuangan Mikro (skripsi, tesis, dan disertasi)

Secara luas, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) didefinisikan sebagaipenyedia jasa keuangan bagi pengusaha kecil,mikrobahkan usaha menengah.Padaumumnya LKM memberikan jasa keuangan dalam bentuk kredit. Dalamkegiatannya, LKMmelakukan penghimpunan dana (saving) yang digunakansebagai prasyaratkredit(Hadinoto&Djoko, 2007:72).Selain menghimpun danadan menyalurkan kredit, ada 3 tujuan umum yang ingin dicapai oleh LKM.
 Pertama,menciptakankesempatankerjadanpendapatanmelaluipenciptaan/pengembangan usaha mikro. Kedua, meningkatkan produktivitas danpendapatan kelompok-kelompok yang rentan terutama perempuan dan orang-orang miskin. Ketiga, mengurangi ketergantungan masyarakat pedesaan terhadappanen yang beresiko gagal melalui diversifikasi kegiatan yang dapatmenghasilkan pendapatan(Arsyad, 2008:2).LKM memiliki 4 karakteristik yang menjadi kelebihan dibanding bank-bank modern. Pertama, LKM memiliki informasi yang lebih baik tentang paranasabahnya. Informasi tentang nasabah diperoleh dari hubungan denganlingkungan sekitar atau komunitas yang ada. Hal tersebut dapat mengurangi biayainformasi yang dikeluarkan. Kedua, biaya administrasi yang harus dikeluarkanlebih rendah karena pekerjaan administrasi yang lebih sederhana. Ketiga, tingkatbunga LKM dapat disesuaikan dengan kehendak pasar. Keempat, LKM tidakmemiliki kewajiban pencadangan modal seperti yang diterapkan pada bankkomersial modern (Arsyad, 2008:26).Berdasarkan tingkat formalitasnya, LKM dapat dikelompokkan menjadi 3bentuk. Pertama, LKM formal yang terdiri dari lembaga keuangan yang disahkanoleh pemerintah, terikat oleh peraturan dan pengawasan pemerintah atau banksentral. Kedua, LKM semi formal yang terdiri dari lembaga yang tidak diaturotoritas perbankan tetapi terdaftar dan memperoleh ijin dari pemerintah. Ketiga,LKM informal yang terdiri dari perantara yang beroperasi di luar kerangkapengaturan dan pengawasan pemerintah(Arsyad, 2008:84).
 BRI Unit merupakan salah satu contoh LKMformalberbentuk bank yangmemfokuskan usahanya pada usaha mikro, kecil dan menengah. BRI Unitdibangun atas dasar pentingnya sebuah lembaga keuangan yang dapatmemberikan pinjaman ringan untuk menepis jeratan lintah darat.(Hadinoto &Djoko, 2007:3)Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga merupakan salah satu contohLKMformalberbentuk bank dimana dalam pemberiankreditnya bank harusmengusahakan agar pinjaman tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.Untuk itu pinjaman yang diberikan harus bersifat produktif(Hadinoto & Djoko,2007:116).Salah satu bentuk LKM formal yang berbentuk non bank adalah perumpegadaian.Perum pegadaian telah menjadi alternatif pembiayaan bagi parapengusaha kecil. Hanya dengan membawa barang yang akan digadaikan danKartu Tanda Penduduk (KTP), nasabah bisa mendapatkan pinjaman sesuai dengannilai taksiran barang gadai. Proses pencairan pinjaman yang cepat dan proseduryang tidak bertele-tele membuat pegadaian semakin diminati banyak orang.Meskipun saat ini pegadaian tidak lagi identik dengan masyarakat kecil yangmembutuhkan uang, namun pada dasarnya misi dari perum pegadaian adalahmembantu pemerintah dalam pembangunan ekonomi melalui pemberian kreditskala kecilbagi masyarakat berpenghasilan rendahatas dasar hukum gadai(Hadinoto & Djoko, 2007: 145-157).Koperasi Simpan Pinjam (KSP) merupakan salah satu bentuk LKM semiformal. Dengan prinsip dasar menghimpun dan menyalurkan kredit kemasyarakat, sebenarnya KSP memiliki kekuatan untukmemfasilitasi para anggotanyayang membutuhkan bantuan modal usaha.Berkembangnya KSP akanmembantu pengembangan kegiatan usaha skala kecil dan menengah.EksistensiKSP sendiri dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu legal, kinerja usaha dan kepercayaananggota. Ketiga faktor tersebut saling terkait satu sama lain, sehingga adanyaketidakberesan pada salah satu faktor tersebut akan membuatkinerja KSP menjadikurang baik(Hadinoto & Djoko, 2007: 135-142).

Tidak ada komentar: