Menurut Kobasa hardinessmerupakan suatu karakteristik kepribadian yang
dimiliki individu dalam menghadapi keadaan stress. Hardiness merupakan
ketahan psikologis yang dapat membantu seseorang dalam mengelola stres yang
dialami (Sukmono, 2009). Menurut Kobasa individu yang memiliki hardiness
tinggi mempunyai serangkaian sikap yang membuat mereka tahan terhadap stres.
Individu dengan kepribadian hardiness senang bekerja keras karena dapat
menikmati pekerjaan yang dilakukan, senang membuat sesuatu yang harus
dimanfaatkan dan diisi agar mempuyai makna dan membuat individu tersebut
sangat antusias dalam menyongsong masa depan, karena perubahan-perubahan
dalam kehidupan dianggap sebagai tantangan dan sangat berguna untuk
perkembangan hidupnya.
Menurut Santrock (2002), mengatakan hardiness adalah gaya kepribdian
yang dikarkteristikkan oleh suatu komitmen (daripada aliensi/keterasingan),
pengendalian, dan persepsi terhadap masalah-masalah sebagai tantangan (daripada
sebagai ancaman). Cotton (dalam Rahmawan, 2010), lebih jelas lagi mengartikan
hardiness sebagai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, sehingga dapat
menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna
yang menetralkan efek negatif stres. Sementara Quick dkk. (dalam Rahmawan,
12
2010), menyatakan hardiness sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan
sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar