Hardiness dipandang dari perspektif manusia untuk mencari keaslian dengan
menciptakan makna pribadi melalui refleksi diri, pengambilan keputusan, dan
tindakan yang mendorong pertumbuhan (Coetzee, 2014). Disposisi kepribadian
hardiness adalah komitmen, kontrol, dan tantangan (Kobasa, 1979), sebagai
berikut:
1. Komitmen
Komitmen dinyatakan sebagai kecenderungan untuk melibatkan diri dalam apa pun
yang dilakukan atau ditemui. Individu yang berkomitmen memiliki tujuan umum
yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan menemukan peristiwa,
serta seseorang yang bermakna dalam lingkungan individu. Individu yang memiliki
komitmen dalam dirinya cenderung tidak dapat dengan mudah menyerah di bawah
tekanan. Singkatnya, hubungan setiap individu yang berkomitmen untuk dirinya
sendiri dan lingkungan melibatkan keaktifan (Kobasa, C.S., Maddi, S.R., &
Stephen Kahn., 1982).
2. Kontrol
Kontrol dinyatakan sebagai kecenderungan untuk merasakan dan bertindak seolaholah
individu itu berpengaruh dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang ada
dalam hidup. Hal ini tidak menunjukkan harapan dalam menentukan peristiwa dan
hasil, melainkan menunjukkan persepsi diri sebagai pengaruh melalui latihan
imajinasi, pengetahuan, keterampilan, dan pilihan. Kontrol meningkatkan
ketahanan dalam penerimaan stres dengan meningkatkan kemungkinan bahwa
peristiwa yang akan dialami sebagai hasil alami dari tindakan seseorang dan tidak
sebagai pengalaman asing. Dalam hal mengatasi rasa kendali yang mengarah pada
tindakan untuk bertujuan mengubah kejadian menjadi sesuatu yang konsisten
dengan rencana kehidupan yang sedang berlangsung (Kobasa, et al., 1982).
3. Tantangan
Tantangan dinyatakan sebagai keyakinan bahwa perubahan merupakan hal yang
normal dalam kehidupan dan perubahan dapat membuat pertumbuhan serta
perkembangan untuk masa depan individu. Jika individu dapat menerima tantangan
dengan baik dan menganggap suatu peristiwa sebagai tantangan yang harus
dihadapi, maka tantangan yang dihadapi individu sebagai perubahan yang
membutuhkan penyesuaian kembali. Dengan mengembangkan keterbukaan dan
fleksibilitas, tantangan juga harus memungkinkan integrasi dan penilaian yang
efektif bahkan untuk kejadian yang tidak selaras (Kobasa, et al., 1982).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar