Menurut Mitchell dalam Justin, et al (2012) berpendapat bahwa risiko yang dirasakan adalah “fenomena multidimensi” yang dapat dibagi ke dalam berbagai komponen risiko yang berbeda. Laforet (2007), Schiffman dan Kanuk (2004) mempromosikan gagasan bahwa ada lima jenis dari risiko yang dirasakan konsumen, yaitu :1)Risiko FungionalRisiko Fungsional digambarkan sebagai ketidakpastian bahwa hasil dari pembelian produk tidak akan memenuhi harapan konsumen (Agarwal dan Teas et al, 2001). Hal ini juga dinyatakan sebagai kinerja risiko karena dapat menunjukan rasa takut konsumen bahwa produk tidak akan melakukan kemampuan yang dijanjikan, khusus risiko ini menggambarkan kecurigaan pelanggan terhadap kualitas produk dan apakah produk itu dapat diandalkan dan dapat dipercaya (Mieres et al, 2005; 1998). 2)Risiko FisikMenurut Mieres et al (2005) risiko fisik adalah ketakutan konsumen bahwa produk tertentu dapat merusak kesehatan atau melukai orang secara fisik.Semeijn et al (2004) menyatakan bahwa risiko fisik dan fungsional adalah yang berkaitan, seperti produk tidak berfungsi dengan baik dan berpotensi bisa menyebabkan kerugian fisik kepada konsumen. 3)Risiko KeuanganMenurut Zielke dan Dobbelstein dalam Justin, et al (2012) Risiko Keuangan dapat didefinisikan sebagai kemungkinan kerugian moneter dari pilihan pembelian atau keputusan yang buruk, dengan kata lain kehilangan uang dengan membeli merek yang tidak memadai.Risiko keuangan adalah komponen dari suatu produk atau layanan yang kinerjanya sesuai yang diharapkan. Dengan demikian itu adalah risiko non-personal menurut Sweeney et al dalam Justin, et al (2012). Mieres, et al (2006) menunjukan bahwa risiko keuangan memiliki kecenderungan efek negatif yang signifikan terhadap pembelian konsumen label pribadi serta niat pembelian dimasa depan. Selain itu, risiko keuangan tergantung pada tingkat kategori harga produk. Dan hubungan harga dan kualitas memainkan peran penting dalam risiko keuangan yang dirasakan konsumen. Ini akan muncul bahwa banyak konsumen memilih membayar lebih mahal untuk jaminan kualitas dan karena kemungkinan diminimalkannyakegagalan (Delvecchio dalam Justin,et al, 2012).4)Risiko SosialKemungkinan kehilangan persepsi yang dirasakan dari image atau status melalui pembelian merek atau produk tertentu disebut risiko sosial (Zielke dan Dobbstein dalam Justin, et al. 2012). Risiko sosial juga didefinisikan sebagai sejauh mana pelanggan akan percaya bahwa produk pilihannya dinilai berdampak negatif.Menurut Semeijn et al (2004) mendefinisikan risiko sosial adalah elemen penting yang dianggap risiko sebagai memperhitungkan bagaimana masyarakat mempengaruhi keputusan konsumen.5)Risiko psikologisUeltschy et al dalam Justin, et al (2012) mendefinisikan risiko psikologis sebagai kekecewaan konsumen dalam membuat pemilihan yang buruk suatu produk atau jasa. Schiffman et al (2004) menyarankan yang keenam adalah risiko waktu. Selain itu ada beberapa jenis yang berbeda karena risiko bervariasi di seluruh kategori produk dan keadaan membeli (Laforet, 2007). Penelitian yang dilakukan oleh Rzem dan Debabi (2012) menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mengurangi risiko:1.Keakraban produk tertentu dan merek yang diperoleh melalui pengalaman masa lalu.2.Sampel produk dan uang jaminan.3.Perusahaan menyediakan informasi tentang produk untuk menjamin konsumen.4.Menciptakan citra toko yang menguntungkan yang akan berdampak positif pada merek peritel sendiri. Sweeney et al (1999) dalam Rzem dan Debabi (2012) menyatakan bahwa risiko dapat didefinisikan sebagai antisipasi subjektif dari hilangnya tingkatan tertentu. Dengan kata lain, risiko adalah estimasi subyektif oleh konsumen terkait dengan kemungkinan konsekuensi dari keputusan memilih produk yang salah dan produk tidak menawarkan semua manfaat yang diharapkan oleh konsumen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar