Persepsi resiko yang dirasakan adalah ketidakpastian yang dihadapi pelanggan ketika mereka tidak dapat melihatatau mengetahuikonsekuensi dari keputusan pembelian mereka. Definisi ini menyoroti dua dimensi yang relevan dari risiko yang dirasakan: ketidakpastian dan konsekuensi.Tingkat risiko yang diterima oleh konsumen sendiri untuk mengambil risiko adalah faktor-faktor yang memengaruhi strategi pembelian mereka. Harus ditekankan bahwa konsumen dipengaruhi oleh risiko yang mereka pahami, apakah risiko tersebut benar-benar ada atau tidak. Risiko tidak dirasakan-tidak peduli seberapa nyatatidak akan mempengaruhi perilaku konsumen. Persepsi risiko juga merupakan fungsi dari bagaimana informasi disajikan (Schiffman&Joseph:2015:143).
Para konsumen harus terus mengambil tindakan atau keputusan mengenai produk atau jasa yang akan dibeli karena hasil dari keputusan sering tidak pasti, sebab konsumen kadang memikirkan resiko yang akan didapat dalam mengambil keputusan tersebut. Resiko yang dirasakan didefinisikan adalah sebagai sesuatu ketidakpastian yang dihadapi para konsumen apabila tidak bisa meramalkan konsekuensi atau resiko atas keputusan pembelian mereka (Schiffman&Kanuk :2008 :170).Pembelian dari produk melibatkan dan mempertimbangkan resiko yang mungkin tidak seperti apa yang diinginkan.Persepsi resiko berbeda diantara konsumen sebagian bergantung berdasarkan pengalaman dan gaya hidup.Dalam alas an ini maka Perceived Risk adalah resiko yang dirasakan karakteristik konsumen dianggap juga sebagai karakteristik produk (Hawkins&Mothersbough:2014:589).Persepsi konsumen mengenai beberapa resiko, tergantung pada orang,produk bahkan situasi dan budaya. Besarnya resiko yang dirasakan tergantung pada konsumen. Beberapa konsumen cenderung merasakan risiko yang tinggi dan konsumen lainnya merasakan resiko yang kecil. Tingkat resiko yang dirasakan oleh seorang konsumen juga dipengaruhi oleh situasi berbelanja misalnya pada direct mail, ritel tradisional internet dan katalog.terkadang konsumen cenderung lebih memilih direct mail karena lebih memiliki risiko yang cenderung rendah. Orang yang memiliki resiko tinggi tidak akan membeli barang –barang dari internet walaupun terjadi perluasan toko –toko ritel di situs internet.
Budaya juga mempengaruhi persepsi risiko. Tidak semua konsumen menunjukkan tingkat persepsi pada tingkat yang sama. Oleh sebab itu, para pemasar yang melakukan bisnis tidak boleh menggeneralisasikan hasil –hasil studi mengenai persepsi resiko konsumen tanpa harus ada mengadakan riset tambahan (Schiffman&Kanuk :2008:172).Menurut(Kotler, dkk 2016) bahwa indikator Perceived Risk:1.Risiko sosial.Adalahresiko bahwa pilihan produk yang kurang baik dapat menimbulkan rasa malu dalam lingkungan sosial.2.Risiko fungsional.Adalah resiko yang menerangkan bahwa produk tidak mempunyai kinerja seperti apayang diharapkan sebelumnya.3.Risiko finansialAdalah resikoyang menerangkan bahwa pilihan produk tidak akan seimbang dengan harganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar