Kamis, 07 Juli 2022

Kualitas Produk Wisata (skripsi tesis dan disertasi)

a.Definisi Kualitas ProdukWisatawan lebih mengenal istilah obyek wisata daripada produk wisata. Kualitas obyek wisata ditentukan oleh sejauh mana komponen obyek tersebut mampu memuaskan pelanggannya sesuai dengan janji yang
ditawarkan oleh produsen (Sulistiyani, 2010). Kualitas objek wisata merupakan unsur penting yang menjadi pertimbangan wisatawan dalam memilih suatu objek wisata. Kualitas produk wisata merupakan persepsi akan fungsi yang sesungguhnya dirasakan oleh konsumen atau wisatawan (Kotler, 2011). Pendapat lainnya menyatakan bahwa kualitas produk melambangkan kemampuan produk untuk menjalankan fungsinya yang meliputi keawetan, keandalan, kemudahan penggunaan dan perbaikannya. (Machfoedz, 2010). Menurut Tjiptono & Diana (2016)kualitas wisata adalah menetapkan harga untuk menutup biaya riset dan pengembangan, serta menciptakan citra kualitas tinggi. Citra kualitas produk dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. upaya menghasilkan produk berkualitas tinggi biasanya membutuhkan biaya besar. Kendati demikian apabila konsumen mempersepsikan produk dan merek spesifik berkualitas tinggi, maka produk dan merek bersangkutan berpeluang survivelebih besar dalam pasar yang sangat berkompetitif.Konsumen atau wisatawan mempercayai merek dan produk wisata tersebut sekalipun harganya lebih mahal. Kualitas merupakan keadaan produk yang berhubungandengan barang maupun jasa yang meliputi kinerja, keandalan, keistimewaan, keawetan, dan keindahan yang memenuhi bahkan melebihi harapan seseorang. Secara umum kualitas produk wisata merupakan salah satu cara bagi penyelenggara wisata untuk menguasai pasarobjek wisata. Sedangkan bagi masyarakat kualitas adalah alat ukur sekaligus cara seseorang dalam mencapai kepuasan.Kualitas objek wisata sebagai mutu dari atribut atau sifat-sifat sebagaimana dideskripsikan dari dalam
produk dan jasa yang bersangkutan. Kualitas biasanya berhubungan dengan manfaat atau kegunaan serta fungsi dari suatu produk. Kualitas merupakan faktor yang terdapat dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai dengan maksud untuk apa produk itu diproduksi. Kualitas ditentukan oleh sekumpulan kegunaan atau fungsinya, termasuk di dalamnya daya tahan, ketergantungan pada produk atau komponen lain, eksklusive, kenyamanan, wujud luar (warna, bentuk, pembungkus dan sebagainya).Kualitas mempunyai peranan penting baik dipandang dari sudut konsumen yang bebas memililh tingkat mutu atau dari sudut produsen yang mulai memperhatikan pengendalian mutu guna mempertahankan dan memperluas jangkauan pemasaran. Kualitas diukur menurut pandangan pembeli tentang mutu dan kualitas produk tersebut. Berdasarkan pada beberapa definisi di atas maka peneliti menyimpulkan bahwasannya kualitas produk wisata merupakan suatu bentuk hasil persepsi dari konsumen atas suatu produk wisatawa setelah membandingkan antara harapan diinginkan dengan manfaat ataupun fungsi dari produk tersebut setelah dikonsumsi atau digunakan. Kualitas produk wisata dilihat dari obyek wisata yang ditampilkan kepada pengunjung. Wisatawan akan cenderung memilih obyek wisata sesuai dengan harapannya dan minat pengunjuang. Semakin baik kualitas obyek wisata yang ditawarkan maka wisatawan akan cenderung merasa puas dan akan kembali lagi.b.Prinsip Persepsi KualiasTiga prinsip tentang persepsi terhadap kualitas (Simamora, 2012) yaitu
1)Kualitas yang dipersepsikan oleh konsumen terhadap suatu produk mencakup tiga aspek utama yaitu produk, harga, dan nonproduk.2)Kualitas ada kalau bisa di persepsikan oleh konsumen.3)Perceived qualitydiukur secara relatif terhadap pesaing.c.Dimensi Kualitas Produk WisataPoerwanto (2010), menemukan ada 7 dimensi kualitas produk wisata yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan antara kualitas dimensi yang satu dengan lainnya dan berkaitan dengan tingkat kepuasan wistawan. Tujuh dimensi kualitas produkwisata tersebut, yaitu (Sulistiyani, 2010): 1)Atraksi (daya tarik obyek)Atraksi merupakan daya tarik wisatawan untuk berlibur. Atraksi yang diidentifikasikan (sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, dan sebagainya) perlu dikembangkan untuk menjadi atraksi wisata. Tanpa aktraksi wisata, tidak ada perisitiwa, bagian utama lain tidak akan diperlukan2)Informasi (Promosi)Merupakan suatu rancangan untuk memperkenalkan atraksi wisata yang ditawarkan dan cara bagaimana atraksi dapat dikunjungi. Untuk perencanaan, promosi merupakan bagian penting3)Fasilitas umumFasilitas penunjang bagi wisatawan dalam beraktifitas di lokasi wisata4)Sumber Daya Manusia (SDM)
Merupakan bagian penting bagi objek wisata yang dapat membantu wisatawan dalam berkunjung melalui pelayanan secara langsung.5)PelayananBagian penting dalam memberikan kemudahan dan pelayanan terhadap wisatawan.6)Kebersihan Konsep penting dalam membentuk persepsi wisatawan tentang budaya kebersihan dalam menjaga lingkungan.7)Aksesibilitas.Kemudahan yang ditawarkan objek wisata untuk diakses oleh wisatawan.d.Cara Membangun Kualitas Produk WisataBerikut ini adalahberbagai hal yang perlu diperhatikan dalam membangun persepsi terhadap kualitas (Aaker dalam Durianto, et al, 2008).1)Komitmen terhadap kualitas.2)Budaya kualitas.3)Informasi masukan dari pelanggan.4)Sasaran/standar yang jelas.5)Kembangkan karyawan yang berinisiatif.e.Indikator Kualitas ProdukBerdasarkan pada dimensi dari kualitas produk objek wisata yang diuraikan oleh Kotler (2011), maka yang menjadi indikator pada penelitian ini yaitu :
1)Atraksi 2)Informasi3)Fasilitas Umus4)Sumber Daya Manusia5)Pelayanan 6)Kebersihan7)Aksesbilitas

Tidak ada komentar: