Kamis, 09 Juni 2022

Tujuh Pilar AHP (skripsi, tesis, dan disertasi)


Dalam konsep proses hirarki analitik, terdapat tujuh pilar utama
yang mempengaruhi pertimbangan dalam melakukan penelitian
(Saaty, 1999 ), yaitu :
1. Skala rasio
Rasio adalah perbandingan dua nilai ( a / b ) dimana nilai a dan b
bersamaan jenis ( satuan ). Skala rasio adalah sekumpulan rasio yang
konsisten dalam suatu transformasi yang sama ( multiplikasi dengan
konstanta positif ). Sekumpulan nilai ( dalam satuan yang sama ) dapat
distandardisasi dengan melakukan normalisasi sehingga satuan tidak
diperlukan lagi dan obyek-obyek tersebut dapat dengan lebih mudah
dibedakan satu sama yang lainnya.
2. Perbandingan berpasangan
Perbandingan berpasangan dilakukan untuk memberikan bobot relatif
antar kriteria dan/atau alternatif, sehingga akan didapatkan prioritas
dari kriteria dan/atau alternatif tersebut. Ada tiga pendekatan untuk
mengurutkan alternatif atau kriteria yaitu relatif, absolut, dan patok
duga (benchmarking). Pendekatan digunakan untuk kriteria-kriteria
umum yang kritikal. Pendekatan absolut digunakan pada level bawah
dari hirarki dimana biasanya terdapat keterangan detail yang dapat
dikuantifikasikan dari masing-masing kriteria. Pada pendekatan patok
duga, alternatif-alternatif dibandingkan dengan alternatif referensi
yang sudah diketahui, kemudian alternatif-alternatif itu diurutkan
sesuai dengan hasil perbandingannya.
3. Kondisi-kondisi untuk sensitivitas dari vektor eigen
Sensitivitas vektor eigen terhadap perubahan kriteria membatasi
jumlah elemen pada setiap set perbandingan. Hal ini membutuhkan
homogenitas dari elemen-elemen yang bersangkutan. Perubahan
haruslah dengan cara memilih elemen yang kecil sebagai suatu unit
dan menanyakan berapa pengaruhnya terhadap elemen yang lebih
besar.
4. Homogenitas dan klusterisasi
Klusterisasi dipakai apabila perbedaan antar elemen lebih dari satu
derajat, guna melebarkan skala fundamental secara perlahan, yang
pada akhirnya memperbesar skala dari 1 sampai 9 sampai tak
terhingga. Hal ini terutama berlaku pada pengukuran relatif.
5. Sintesis
Sintesis diaplikasikan pada skala rasio guna menciptakan suatu skala
unidimensional untuk merepresentasikan keluaran menyeluruh, dengan
menggunakan pembobotan tambahan.
6. Mempertahankan dan membalikkan urutan
Pembobotan dan urutan pada hirarki dipengaruhi dengan adanya
penambahan atau perubahan kriteria atau alternatif. Seringkali terjadi
fenomena pembalikkan urutan (rank reversal) terutama pada
pengukuran relatif. Pembalikan urutan adalah bersifat intrinsik pada
pengambilan keputusan sedemikian halnya dengan kondisi
mempertahankan urutan.
7. Pertimbangan kelompok
Pertimbangan kelompok haruslah diintegrasikan secara hati-hati dan
matematis. Dengan AHP, dimungkinkan untuk mempertimbangkan
pengalaman, pengetahuan dan kekuatan yang dimiliki individu yang
terlibat

Tidak ada komentar: