Banyak teori yang telah mengembangkan tentang apa alasan orang tertawa dan yang mengontrol sense of humor. McGhee (dalam Whisonant, 1998) mengatakan bahwa beberapa teori mencoba
menunjukkan bahwa humor disebabkan oleh perasaan individu, fungsi humor adalah untuk melepaskan emosi internal atau untuk melepaskan emosi yang menyenangkan.Terdapat tiga teori humor terkemuka yang paling sering digunakan, yaitu (Whisonant, 1998):a.Teori Ketidaksesuaian (incongruity theory)Teori ini mengatakan bahwa sesuatu disebut lucu karena kejadian (misalnya: lelucon, gerakan tubuh, pernyataan) bertentangan dengan dugaan kita dan karena pertentangan kognitif yang menciptakan ketidaksesuaian. Adanya dua pandangan lebih atau yang tidak sesuai dari suatu kejadian, dimana ketidaksesuaian itu muncul dalam satu objek yang komplek atau kumpulan orang atau sebuah kejadian yang ganjil, dimana ia menaruh perhatian terhadap objek tersebut.b.Teori Superioritas (superiority theory)Teori ini menyatakan bahwa sesuatu disebut lucu karena individu dibuat merasa superior terhadap orang lain. Humor adalah sarana mendorong ego seseorang atau rasa harga diri orang lain.c.Teori pembebasan atau pelepasan (relief theory)Teori pembebasan atau pelepasan disebut pula dengan teori psikoanalitis yang dipopulerkan oleh Freud. Berdasarkan teori ini, humor adalah sarana yang diterima secara sosial melepaskan emosi dan rasa gelisah. Setiap individu pasti memiliki rasa
ketidaknyamanan, ketakutan, dan/atau rasa malu, dan humor menjadi sarana untuk mengurangi hal-hal tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar