Manajemen laba biasanya diteliti dengan cara pembentukan hipotesa oleh
peneliti kemudian manajemen laba kemungkinan bisa muncul dan menguji
kemungkinan tersebut dengan penggunaan metode yang tepat (Sulistyanto (2017).
Secara umum ada tiga pendekatan untuk mendeteksi manajemen laba yakni :
1. Model berbasis aggregate accrual, yakni model yang digunakan untuk
mendeteksi aktivitas rekayasa ini dengan menggunakan discretionary accruals sebagai proksi manajemen laba.
2. Model yang berbasis specific accruals, yakni pendekatan yang menghitung
akrual sebagai proksi manajemen laba dengan menggunakan item laporan
keuangan tertentu dari industri tertentu pula, contohnya : cadangan kerugian
piutang dari industri asuransi.
3. Model berbasis distribution of earnings after management, yakni pendekatan
dengan melakukan pengujian secara statistik terhadap komponen-komponen
laba untuk mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan laba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar