Senin, 16 Mei 2022

Laporan Keberlanjutan (skripsi tesis dan disertasi)

Keberlanjutan membahas dampak yang dipandang dari sisi pengertian dan rumusan yang memperhatikan mengenai hubungan antara sistem ekonomi yang dinamis, perubahan ekologi secara berlahan terhadap keberlanjutan kehidupan manusia dimasa depan. Dalam World Commission on Environment and Development terkait dengan keberlanjutan pada korporasi, mengartikan keberlanjutan adalah perkembangan yang memenuhi kebutuhan sekarnag tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang. Dalam melakukan proses keberlanjutan tersebut, pembngunan dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari perusahaan dan meningkatkan dampak positif untuk mencapai tujuan ekonomi, lingkungan dan masyarakat yang lebih berkelanjutan.Global Reporting Initiativesebagai lembaga pembuat pedoman pengungkapan laporan keberlanjutan (sustainability Report), mendefinisikan laporan keberlanjutan sebagai praktik dalam mengukur dan mengungkapkan aktivitas perusahaan sebagai tanggung jawab kepada stakeholdernya baik internal maupun eksternal mengenai kinerja perusahaan dalam mewujudkan tujuan pembangunan keberlanjutan. Graydan Bebbington (2001) menjelaskan bahwa laporan keberlanjutan adalah laporan non keuangan yang terpisah dari laporan keuangan. Laporan ini berfokus pada lingkungan yang didalamnya terdapat
pernyataan, definisi, misi, pernyataan mengenai kebijakan atau tujuan, dan perkembangan pencapaian terkait lingkungan yang diterbitkan oleh perusahaan atau organisasi.Konsep laporan keberlanjutan merupakan turunan dari konsep Triple-Bottom Line yang dikemukakan oleh John Elkington (1988). Diindonesi sendiri laporan keberlanjutan sendiri merupakan jenis laporan yang bersifat sukarela. Laporan ini diungkapkan sebagai pelengkap laporan keuangan namun dalam penyampaianya laporan ini terpisah dari laporan keuangan perusahaan. Pelaporan keberlanjutan itu sendiri diatur dalam pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No.1 paragraf sembilan, yaitu perusahaan dapat pula menyajikan laporn tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah, khususnya bagi industri dimana faktor faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguan laporan yang memegang pernan penting. Implementsi pelaporan keberlanutan diindonesia didukung dengan sejumlah aturn seperti UU no. 23/1997 tentang manajemen lingkungan dan aturan yang dikeluarkan bursa efek indonesiamengenai prosedur dan persyaratan listingdang juga standar laporan keuangan (PSAK)Selain itu, kesadaran masyarakat tentang lingkungan telahmeningkatbegitu pesat, oleh karena itu peranan suatu perusahaan terhadap lingkungannya baik lingkungan intern maupun eksternmenjadi perhatian masyarakat di sekitar perusahaan tersebut. Perusahaan mempunyai peran
selain memberi manfaat positif terhadap ekonomi juga berperan terhadap menurunnya kondisi sosial masyarakat. Beberapa perusahaan mendapat kritik karena telah menimbulkan masalah sosial seperti polusi, penyusutan sumberdaya, limbah, mutu, keamanan produk, hak dan status karyawan, keselamatan kerja dan lain-lain (Rinda Yuninda, 2010) dalam (Munsaidah, Andini, danSupriyanto 2016)Global Reporting Initiative sebagai organisasi internsional independen yang membantu bisnsi, pemerintah dan organisasi lainnya untuk memahami dam mengkomunikasika isu isu bisnis mengenai dampak bisnis seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan lingkungan hiduptelah membuat suatu kerangka kerja untuk pelaporan kinerja perusahaan secara keuangan, sosial dan lingkungan. Global Reporting Initiatives (GRI) merupakan salah satu pedoman yang digunakan mayoritas perusahaan atau organisasi di dunia. Dalam panduan pelaporan keberlanjutan, GRI membuat dua konsep standar pengungkapan, yaitu pengungkapan setandar umum dan pengungkapan standar umum.Pengungkapan Standar Umum terdiri dari Strategi dan Analisis, Profil Organisasi, Aspek Material dan Boundary Teridentifkasi, Hubungan dengan Pemangku Kepentingan, Profil Laporan, Tata Kelola, Etika dan IntegritasSementara pengungkapan standar khususterdiri dari pengungkapan pendekatan manajemen dan indikator. Kemudian indiktor diperdalam dengan
mengkonsep tiga katagori yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial yang masing masing memiliki sub-katagori yang harus perusahaan laporkan.

Tidak ada komentar: