Dalam Akuntansi dikenal dengan istilah basis akrual dan basis kas.
Pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan akrual. Akuntansi akrual
dianggap lebih baik daripada akuntansi berbasis kas. Akrual adalah suatu metode
perhitungan penghasilan dan biaya dalam arti penghasilan diakui pada waktu
diperoleh dan biaya diakui pada waktu terhutang.
Teknik akuntansi berbasis akrual diyakini dapat menghasilkan laporan
keuangan yang lebih dapat dipercaya, lebih akurat, komprehensif, dan relevan
untuk pengambilan keputusan ekuitas (Elingga, 2015:52). Akrual tidak tergantung
kapan penghasilan diterima dan kapan biaya dilunasi. Dengan pendekatan ini,
mengakui pendapatan ketika dihasilkan dan mengakui beban pada periode
terjadinya, tanpa memperhatikan waktu penerimaan atau pembayaran kas.
Menurut PSAK (2017), laporan keuangan disusun berdasarkan akrual.
Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian
(bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam
catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang
bersangkutan.
Manajemen laba dilakukan dengan mempermainkan komponen-komponen
akrual dalam laporan keuangan, sebab akrual merupakan komponen yang mudah
untuk dipermainkan sesuai dengan keinginan orang yang melakukan pencatatan
transaksi dan menyusun laporan keuangan. Alasannya, komponen akrual
merupakan komponen yang tidak memerlukan bukti kas secara fisik sehingga
upaya mempermainkan besar kecilnya komponen akrual tidak harus disertai
dengan kas yang diterima atau dikeluarkan perusahaan. Oleh sebab itu, upaya
awal untuk memahami manajemen laba adalah dengan memahami dasar akuntansi
yang selama ini digunakan dan diakui secara luas, yaitu akuntansi berbasis akrual.
Basis akuntansi ini merupakan dasar pencatatan akuntansi yang mewajibkan
perusahaan mengakui hak dan kewajiban tanpa memperhatikan kapan kas akan
diterima atau dikeluarkan.
Total akrual terdiri dari dua komponen yaitu discretionary accrual dan non
discretionary accrual. Discretionary accruals merupakan komponen akrual hasil
rekayasa manajerial dengan memanfaatkankebebasan dan keleluasaan dalam
estimasi dan pemakaian standar akuntansi. Sementara itu, nondiscretionary
accruals merupakan komponen akrual yang diperoleh secara alamiah dari dasar
pencatatan akrual dengan mengikuti standar akuntansi yang diterima secara
umum, misalkan metode depresiasi dan penetuan persediaan yang dipilih harus
mengikuti metode yang diakui dalam prinsip akuntansi.
Perekayasaan menaikan atau menurunkan akrual antara lain dapat dilakukan
dengan cara mempercepat pendapatan atau mempercepat beban. Perekayasaan
laba tersebut termasuk salah satu praktek manajemen laba atau earnings
management melalui perekayasaan akrual. Discretionary Accrual dapat dilakukan
melalui kebijakan pemilihan kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan akrual
namun bersifat subjek dan kontekstual, salah satu contoh dengan cara
memperbesar atau memperkecil pencadangan aktiva pajak tangguhan dengan
pertimbangan laba yang akan datang dapat menutup atau tidak menutup
terpulihkannya aktiva pajak tangguhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar