Saham merupakan salah satu sekuritas yang diperdagangkan di BEI selain obligasi dan sertifikat. Simamora (2000:408) mendefinisikan saham sebagai unit kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Saham adalah hak atas sebagian dari suatu perusahaan, misalnya saham dalam suatu Perusahaan Terbatas (PT). Pemegang saham suatu perusahaan turut memiliki sebagian dari perusahaan tersebut. Darmadji dan Fakhruddin (2006:6) mendefinisikan bahwa sebagai tanda atau pemilik seorang dalam perseorangan atau suatu perusahaan di mana porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar modal yang ditanamkan pada perusahaan tersebut.Harga pasar adalah harga yang terbentuk di pasar jual beli saham. Harga pasar merupakan harga saham yang terrjadi karena adanya kekuatan permintaandan penawaran yang terjadi di bursa saham. Investor sebagai salah satu pengguna laporan keuangan, dalam menentukan saham perusahaan mana yang layak untuk dibeli tentu akan memilih saham yang dapat memberikan tingkat keuntungan semaksimal mungkin. Saham yang memberikan laba cenderung stabil lebih menarik perhatian investor dibanding saham perusahaan yang labanya memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi Salno dan Baridwan (2000).Menurut Sunariyah (2006:21) apabila perusahaan diperkirakan memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang, maka nilai saham akan menjadi tinggi. Sebaliknya, apabila perusahaan dinilai kurang memiliki prospek, maka
harga saham akan menjadi rendah. Perubahan harga saham di pasar modal dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: 1.Adanya persepsi yang berbeda dari para investor sesuai dengan informasi yang dimiliki, di mana persepsi tersebut dicerminkan melalui rate of return yang diharapkan. Apabila sebagian besar investor mempunyai persepsi bahwa rate of return dari suatu saham tertentu tidak lagi memadai, maka mereka akan cenderung mengambil keputusan untuk menjualnya dan ini akan berakibat pada terjadinya penurunan harga saham. 2.Tingkat pengembalian bebas resiko, yang merupakan tingkat pengembalian dari suatu alat atau instrumen investasi yang tidak mengandung resiko. Instrumen tersebut dapat berupa deposito dan tabungan. 3.Isu-isu dan peristiwa politik yang terjadi di negara yang bersangkutan. Hal ini akan mengakibatkan para investor cenderung menjual sahamnya guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan, baik terhadap perusahaan maupun terhadap investasi yang dilakukannya. 4.Kebijakan dividen perusahaan, yang oleh para investor dipersepsikan sebagai suatu isyarat mengenai kondisi dan prospek perusahaan, terutama mengenai tingkat kemampuan labanya. 5.Tingkat aliran kas (cash flow) perusahaan, terutama berkaitan dengan tingkat likuiditas perusahaan.
6.Tingkat laba yang dapat dicapai perusahaan, di mana hal ini berkaitan dengan besarnya tingkat keuntungan atau pengembalian yang akan dapat diperoleh investor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar