Jumat, 15 April 2022

Teori-Teori Inflasi (skripsi tesis dan disertasi)


Menurut Boediono (2001) teori inflasi dibedakan menjadi 2 yakni :
1. Teori Kuantitas
Teori kuantitas adalah teori yang paling tua tentang inflasi. Teori
kuantitas menjelaskan kegunaan inflasi dari : (1) jumlah uang yang
beredar bahwa inflasi terjadi apabila terdapat penambahan volume
uang yang beredar, hal ini disebabkan contohnya kegagalan panen.
Sehingga hanya bersifat sementara apabila jumlah uang yng beredar 
tidak ditambah maka inflasi akan berhenti. (2) Harapan masyarakat
mengenai harga, bahwa terdapat tiga keadaan yakni masyarakat tidak
mengharapkan harga untuk naik di masa yang akan datang,
masyarakat menyadari terjadi inflasi, dan hiperinflasi sehingga
masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap nilai mata uang.
2. Teori Keynes
Menurut teori keynes inflasi terjadi karena keinginan masyarakat
untuk hidup diatas kemampuan ekonominya. Terjadi perebutan uang
diantara suatu kelompok sehingga aspirasi tersebut dapat berubah
menjadi kenaikan permintaan terhadap barang, sehingga jumlah
barang yang tersedia tidak dapat mencukupi permintaan tersebut
(Inflationary Gap). Oleh karena itu terjadi defisit anggaran dalam
suatu golongan (pemerintah) yang dibiayai dengan pencetakan uang
baru.
3. Teori Strukturalis
Inflasi berkaitan dengan struktural perekonomian suatu negara
sehingga terdapat tiga hal yang ditekankan yakni :
a. Inflasi biasanya terjadi di negara berkembang dalam jangka
waktu yang panjang.
b. Terdapat asumsi bahwa jumlah uang yang beredar meningkat
sehingga terjadi kenaikan harga.
c. Inflasi terjadi tidak hanya faktor struktural perekonomian negara
tetapi juga karena kebijakan moneter suatu negara.

Tidak ada komentar: