Jumat, 15 April 2022

Teori Inflasi (skripsi tesis dan disertasi)


Ada tiga macam teori yang membahas mengenai inflasi, yaitu: teori
kuantitas, teori Keynes dan teori strukturalis.
1. Teori Kuantitas
Teori kuantitas dikenal juga dengan teori Irving Fisher. Menurut
teori ini, inflasi terjadi karena adanya pengaruh dari banyaknya jumlah
uang yang beredar dan ekspetasi masyarakat mengenai kenaikan harga.
Dalam ranah jumlah uang yang beredar, meskipun terjadi kenaikan harga
tetapi tidak diikuti dengan penambahan volume jumlah uang yang
beredar (baik dalam penambahan uang kartal maupun uang giral), maka
hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai bentuk dari terjadinya inflasi.
Inflasi hanya akan terjadi jika jumlah uang yang beredar mengalami
peningkatan. Sementara dalam ranah ekspetasi atau harapan masyarakat
mengenai kenaikan harga, ada tiga kemungkinan keadaan yang dapat
terjadi sebagai akibat adanya inflasi yaitu: pertama, ketika masyarakat
belum memperkirakan kenaikan harga yang akan terjadi di waktu
mendatang. Kedua, ketika masyarakat mulai menyadari telah terjadi
inflasi dan memperkirakan adanya kenaikan harga di waktu mendatang.
Ketiga, keadaan dimana telah terjadi hiperinflasi. Keadaan ini merupakan
keadaan disaat masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai
mata uang. Biasanya keadaan ini ditandai dengan adanya peredaraan
uang dengan sangat cepat (velocity of circulation yang meningkat).
2. Teori Keynes
Teori Keynes mengatakan bahwa inflasi terjadi karena adanya
perilaku masyarakat yang ingin hidup diluar batas kemampuan
ekonominya, sehingga permintaan masyarakat terhadap barang akan
melebihi jumlah yang telah tersedia. Biasanya masyarakat yang termasuk
dalam golongan ini akan mengusahakan untuk memperoleh dana
tambahan diluar batas kemampuan ekonominya sehingga segala bentuk
keinginannya dapat terpenuhi. Keadaan yang demikian bisa
menyebabkan terjadinya inflationary gap. Dimana jumlah permintaan
barang mengalami peningkatan pada tingkat harga yang berlaku dan
melebihi dari jumlah maksimum barang-barang yang bisa dihasilkan oleh
masyarakat sehingga harga-harga menjadi naik dan rencana pembelian
barang tidak dapat dipenuhi. Di periode yang selanjutnya, masyarakat
akan berusaha untuk memperoleh dana dalam keadaan besar (misalnya:
melakukan percetakan uang baru, melakukan pengkreditan pada bank
serta melakukan permintaan terhadap kenaikan gaji). Tentunya hal ini
akan membuat proses inflasi terus berjalan selama semua golongan
masyarakat melakukan permintaan yang efektif melebihi jumlah output
yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Pada akhirnya inflasi akan selalu
diikuti dengan adanya redistribusi pendapatan.
3. Teori Strukturalis
Teori ini melihat pada saat terjadi inflasi dalam jangka panjang
dikarenakan teori ini membahas mengenai kekakuan struktur ekonomi
terutama yang terjadi pada negara berkembang. Menurut teori
strukturalis, kekakuan atau ketidakelastisan yang terjadi disebabkan
karena adanya kekakuan dari penerimaan impor serta adanya kekakuan
penawaran bahan makanan di negara berkembang. Kekakuan dari
penerimaan impor terjadi karena adanya nilai ekspor yang tumbuh relatif
kecil dari sektor lain, dimana dalam pasar dunia barang-barang ekspor
tidak mengalami keuntungan atau dengan kata lain term of trade-nya
semakin memburuk sehingga produksi barang-barang ekspor tidak elastis
terhadap kenaikan harga dan pemerintah biasanya akan melakukan
import substitution strategy atau menggalakkan produksi dalam negeri
untuk barang-barang yang sebelumnya di impor. Sementara kekakuan
penawaran bahan makanan di negara berkembang terjadi karena
pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan perkapita tumbuh lebih
pesat dibandingkan penawaran bahan makanan, sehingga kenaikan harga
bahan makanan dalam negeri cenderung naik lebih cepat daripada hargaharga barang lainnya. Hal ini akan membuat para buruh meminta
kenaikan pada upah mereka. Ketika upah naik maka biaya produksi akan
mengalami peningkatan. Saat biaya produksi meningkat maka akan
meningkatkan kenaikan harga pada barang-barang yang bersangkutan.
Kenaikan harga barang-barang tersebut akan mendorong terjadinya
inflasi atau dikenal dengan istilah (wage push inflation).

Tidak ada komentar: