Jumat, 15 April 2022

Pengertian Nilai Tukar Petani (NTP) (skripsi tesis dan disertasi)


Nilai Tukar Petani merupakan indikator yang digunakan untuk
mengukur tingkat kesejahteraan petani yang telah dikembangkan sejak
tahun 1980-an. NTP adalah indeks perbandingan antara harga yang
diterima petani (It) dengan indeks yang harus dibayarkan petani (Ib).
Salah satu unsur yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan petani
adalah kemampuan berupa daya beli petani untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Tingkat kesejahteraan petani dapat dilihat dari peningkatan
daya beli pendapatan petani untuk mencukupi kebutuhannya. Apabila
semakin tinggi daya beli petani terhadap barang yang dikonsumsi maka
semakin tinggi nilai tukar petani dan juga sebaliknya apabila semakin
turun daya beli petani terhadap barang yang dikonsumsi maka semakin
turun nilai tukar petani. NTP juga berkaitan dengan hasil pertanian yang
dihasilkan kemudian dijual oleh petani dengan barang dan jasa yang
dibeli petani atau dikonsumsi oleh petani (BPS, 2016).
NTP selain memiliki fungsi sebagai indikator untuk mengukur
kesejahteraan petani, Menurut Badan Pusat Statistik NTP juga
digunakan untuk : 
1. Menunjukkan daya saing produk pertanian dibandingkan dengan
produk lainnya.
2. Dapat menggambarkan tingkat pendapatan yang dimiliki oleh
petani dari tahun ke tahun, sehingga dapat digunakan untuk dasar
pembuatan kebijakan bagi peningkatan kesejahteraan petani.
3. Mengukur kemampuan tukar dari produk yang dijual oleh petani
dengan produk yang dibutuhkan oleh petani baik untuk kegiatan
produksi maupun konsumsi rumah tangga.
Konsep petani yang dimaksud oleh BPS adalah petani yang
melakukan kegiatan di subsektor tanaman pangan (padi dan palawija),
tanaman perkebunan rakyat (kopi,cengkeh, dan tembakau), hortikultura
(buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias), peternak (ternak
besar, ternak kecil, unggas) dan sektor perikanan (perikanan tangkap
maupun perikanan budidaya) (BPS, 2017).
Rahmat (2013) menjelaskan bahwa NTP secara alamiah memiliki
karakteristik yang cenderung menurun. Hal tersebut terjadi karena
karakteristik yang terdapat pada produk pertanian dan non pertanian
yakni :
1. Elastisitas pendapatan dari produk non pertanian bersifat lebih
elastik, sedangkan produk pertanian bersifat inelastik.
2. Terjadinya perbedaan struktur pasar, dimana struktur pasar dari
produk pertanian bersifat kompetitif, sedangkan pasar dari 
produk manufaktur cenderung ke arah pasar oligopoli atau
monopoli.
3. Terdapat perubahan teknologi dengan laju yang berbeda sehingga
lebih menguntungkan produk manufaktur.
 

Tidak ada komentar: