Kamis, 28 April 2022

Oligopoly (skripsi dan tesis)

Price-setting Model Dalam oligopoly yang berbasis price-setting maka model yang dapat menjelaskan adalah Model Bertrand yang dikembangkan pada tahun 1883 oleh ahli ekonomi Perancis yaitu Joseph Bertrand. Dalam model oligopoly ini mengacu pada 2 (dua) fokus product yang dihasilkan oleh perusahaan yaitu : 1.Homogenous Product Sejumlah produk disebut homogen apabila produk tersebut merupakan substitusi sempurna dan pembeli melihat tidak ada perbedaan yang jelas dan nyata antara produk yang ditawarkan oleh para pelaku usaha lain. Harga merupakan dimensi tunggal yang sangat penting dimana pelaku usaha menghasikan produk homogenous bersaing. Namun, pengalaman empiris menunjukan bahwa apabila jumlah pelaku usaha sedikit, keberadaan barang homogenous dapat memfasilitasi collusion. Dalam sejumlah yurisdiksi, pengaturan kolusi ditemukan dalam produk homogen seperti semen, tepung terigu, baja dan gula. Sebaliknya, produk heterogen (heterogeneous product) sangat berbeda dari satu produk ke produk lain dan tidak mudah disubstitusi. Sehingga fokus perusahaan-perusahaan yang memproduksi suatu barang yang homogen, masing – masing perusahaan memperlakukan harga para pesaingnya sebagai sesuatu yang tetap dan semua perusahaan memutuskan secara bersamaan berapa harga yang harus dikenakan, dimana perusahaan – perusahaan yang bersaing memilih harga bukan jumlah. Untuk memahami bahwa pelaku oligopoly bersaing dengan secara serentak dalam harga, bukan jumlah maka yang perlu diperhatikan adalah berapa harga yang akan dipilih masing-masing perusahaan dan berapa besar laba yang kan diperoleh masing-masing. Karena dalam pasar oligopoly dengan barang-barang yang homogen, maka konsumen hanya akan membeli dari penjual dengan harga terendah. Dengan demikian, jika kedua perusahaan tersebut mengenakan harga yang berbeda, perusahaan dengan harga yang lebih rendah akan memasok seluruh pasar tersebut dan perusahaan dengan harga yang lebih tinggi tidak akan menjual apa pun. Jika kedua perusahaan mengenakan harga yang sama, konsumen tidak akan peduli dari perusahaan mana mereka membeli dan masing-masing perusahaan kemudian akan mensuplai separuh pasar tadi. Dalam hal ini, model Bertrand telah dikritik dengan beberapa tuduhan. Pertama, apabila kedua perusahaan memperoduksi barang yang homogen, lebih wajar bersaing dengan menetapkan jumlah daripada harga. Kedua, meskipun kedua perusahaan telah menetapkan harga dan memilih harga yang sama. Akan tetapi meskipun terdapat kekurangan ini, model Bertrand tersebut berguna karena hal itu menunjukkan bagaimana hasil ekuilibrium dalam suatu oligopoly dapat sangat bergantung pada pilihan variable strategi perusahaan tersebut yaitu apakah harga atau jumlah output yangakan dipakai dalam sebagai variable strategis utama.162.Differentiated Product Produk dipandang dapat didiferensiasi apabila terdapat perbedaan fisik atau tanda yang nyata atau terlihat oleh pembeli sehingga produk tersebut lebih disukai dari pada produk pesaingnya. Produk didiferensiasikan oleh para pelaku usaha dalam upaya mendapatkan harga yang lebih tinggi dan atau meningkatkan penjualan. Diferensiasi dapat terjadi dalam bentuk penampilan fisik, kualitas, ketahanan, layanan tambahan  jaminan, layanan purna jual, informasi), citra dan lokasi geografik. Para pelaku usaha akan sering memasang iklan dan kegiatan promosi penjualan untuk mendiferensiasi produknya. Diferensiasi produk dapat mengakibatkan tingginya hambatan masuk (barrier to entry) pasar namun kemudian dapat juga memfasilitasi masuk dan penetrasi ke pasar oleh pelaku usaha dengan produk yang pembeli lebih senang terhadap produk yang ada. Perlu dicatat bahwa diferensiasi produk berbeda dengan produk yang heterogen (heterogeneous product). Produk yang heterogen mengacu pada produk yang berbeda dan tidak mudah disubstitusi sedangkan diantara produk didiferensiasi terdapat kemungkinan adanya substitusi. Tingkat harga yang lebih tinggi juga dapat diperoleh perusahaan dengan cara melakukan differensiasi produk. Differensiasi produk yang dilakukan sebuah perusahaan kemudian akan berpengaruh positif pada profitabilitas. Dan ketika perusahaan melakukan differensiasi produk, maka perusahaan itu pun dapat meningkatkan pangsa pasarnya. Profit yang tinggi tidak hanya diperoleh dengan tingkat tingkat harga yang tinggi, tetapi juga dapat diperoleh dengan tingkat biaya yang rendah. Tingkat biaya yang rendah hanya dapat dicapai bila perusahaan beroperasi secara efisien. Dimana perusahaan efisien tersebut kemudian akan berkembang dan dapat memperoleh pangsa pasar yang lebih besar. Sehingga industri dengan tipe perusahaan seperti itu akan cenderung terkonsentrasi. Sehingga dua perusahaan mencapai suatu keseimbangan (Nash Equilibrium) dimana kedua perusahaan mengenakan suatu harga yang seimbang dan mendekati marginal cost. Paradox yang ditimbulkan biasanya terjadi pada sejumlah besar perusahaan yang memastikan harga-harga yang ada sebanding dengan marginal cost. Dicirikan juga dengan sejumlah kecil perusahaan pelaku oligopoly mendapatkan profit dengan menerapkan harga diatas biaya produksi. Misalnya, dua perusahaan, A dan B menjual komoditi yang sama, masing-masing mempunyai biaya produksi dan distribusi yang sama, sehingga konsumen memilih produk hanya berdasarkan pada harga. Hal ini juga tidak diikuti baik oleh perusahaan A dan perusahaan B melakukan perubahaan harga dengan harga yang  lebih tinggi karena apabila salah satu perusahaan menaikkan harga maka akan kehilangan pangsa pasar dibandingkan pesaingnya, Jika kedua perusahaan menerapkan harga yang sama, maka kedua perusahaan akan berbagi pangsa pasar dan profit. Dilain pihak, jika salah satu perusahaan menurunkan harganya, walapun hanya sedikit, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan seluruh pangsa pasar dan secara substantif juga mendapatkan profit yang lebih tinggi. Karena perusahaan A dan perusahaan B mengetahui hal ini, maka mereka berusaha masing-masing mengungguli pesaingnya sampai produk yang diperjualbelikan berada pada zero economic profit. Sehingga dapat disampaikan bahwa Bertrand Model yang berdasarkan price setting, cenderung menentukan harga lebih dahulu. Dan berapa pun yang diminta oleh pasar akan dilayani. Pendekatan ini biasa dilakukan karena pertimbangan cepatnya perkembangan teknologi, yang menyebabkan cepat pula perkembangan output. Biasanya model ini diterapkan pada industri asuransi dan perbankan

Tidak ada komentar: