Adapun jenis inflasi dapat dibedakan berdasarkan pada
tingkat laju inflasi dan berdasarkan pada sumber atau penyebab
inflasi.
a. Berdasarkan Tingkat/Laju Inflasi
1) Moderat inflation (laju inflasinya antara 7-10 %) adalah
inflasi yang ditandai dengan harga-harga yang
meningkat secara lambat.
2) Galloping inflation adalah inflasi ganas (tingkat laju
inflasinya antara 20-100%) yang dapat menimbulkan
gangguan-gangguan serius terhadap perekonomian dan
timbulnya distorsi-distorsi besar dalam perekonomian.
3) Hyper inflation, adalah inflasi yang tingkat laju
inflasinya sangat tinggi (diatas 100%). Inflasi ini sangat
mematikan kegiatan perekonomian masyarakat.
b. Berdasarkan Sumber atau Penyebab Inflasi
1) Deman full inflation, inflasi ini biasanya terjadi pada masa
perekonomian sedang berkembang pesat. Kesempatan
kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang
tinggi dan selanjutnya daya beli sangat tinggi. Daya beli
yang tinggi akan mendorong permintaan melebihi total
produk yang tersedia. Permintaan aggregate meningkat
lebih cepat dibandingkan dengan potensi produktif
perekonomian, akibatnya timbul inflasi.
17
2) Cost push inflation, inflasi ini terjadi bila biaya produksi
mengalami kenaikan secara terus-menerus. Kenaikan
biaya produksi dapat berawal dari kenaikan harga input
seperti kenaikan upah minimum, kenaikan bahan baku,
kenaikan tarif listrik, kenaikan BBM, dan kenaikankenaikan input lainnya yang mungkin semakin langka dan
harus diimpor dari luar negeri.
3) Imported inflation, inflasi dapat juga bersumber dari
kenaikan harga-harga barang yang diimpor, terutama
barang yangdiimpor tersebut mempunyai peran penting
dalam setiap kegiatan produksi.
c. Berdasarkan asal inflasi, inflasi ini dapat dikategorikan
kepada:
1) Domestik Inflation, yaitu inflasi yang bersumber dari
dalam negeri. Misalnya, permintaan meningkat untuk
barang tertentu, maka terjadi demand full inflation yang
berasal dari dalam negeri. Atau terjadi kenaikan harga
faktor produksi yang di impor, maka terjadi cost push inflation yang bersumber dari luar negeri atau impor cost
push inflation.
2) Imported inflation, yaitu inflasi yang bersumber dari luar
negeri. Misalnya, terjadi lonjakan permintaan ekspor
secara terus-menerus, maka terjadi demand full inflation
yang berasal dari luar negeri. Atau terjadi kenaikan harga
faktor produksi yang diimpor, maka terjadi cost push
inflation yang bersumber dari luar negeri atau imported
cost push inflation.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar