Besarnya kebutuhan air bersih pada suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahunnya. Pada daerah atau wilayah kota tersebut. Jumlah penduduk yang bertambah dari tahun ke tahun akan diikuti oleh bertambahnya tingkat kebutuhan air bersih.
Aspek kependudukan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup, dan sebaliknya kualitas lingkungan hidup juga berpengaruh terhadap kependudukan. Salah satu masalah kependudukan yang dihadapi dunia khususnya di negara-negara yang sedang berkembang pada dasarnya sebagai akibat dari dua hal, yaitu sebagai berikut (Masruri, 2002) :
- Tingkat kelahiran yang tinggi disertai pendapatan perkapita yang rendah.
- Makin merosotnya kualitas lingkungan sebagai akibat eksploitasi yang semakin
tidak terkendali.
Kedua hal tersebut menyebabkan kualitas penduduk yang rendah, sehingga oleh sementara orang dikatakan sebagai adanya krisis lingkungan. Pertambahan penduduk yang tidak terkontrol akan membawa implikasi yang erat hubungannya dengan meningkatnya kebutuhan hidup, yang meliputi aspek ekonomi, sosial, politik, kultural, serta keseimbangan lingkungan.
Masalah tidak adanya keseimbangan lingkungan dan kependudukan ini terutama ditunjukkan oleh gejala meningkatnya kerusakan unsur-unsur lingkungan hidup seperti rusaknya hutan, pemanasan global, bahaya banjir, meluasnya lahan kritis, dan pencemaran lingkungan oleh bahan beracun yang berbahaya sehingga sangat berdampak terhadap kebutuhan air bersih bagi penduduk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar