Ada beberapa dari type saluran distribusi, dimana perbedaan panjang dan pendeknya type-type saluran distribusi dapat dijelaskan sebagai berikut (Swastha, 2002):
- Zero Level Channel
Dalam bentuk ini antara produsen dan perusahaan dan konsumen akhir tidak terdapat pedagang perantara, penyaluran langsung dilakukan perusahaan pada konsumen. Misalnya: Penjualan mesin komputer langsung kepada perusahaan yang membutuhkannya.
- One Level Channel
Disini hanya terdapat satu pedagang perantara. Pedagang perantara ini pada pasar konsumen disebut retailer, sedangkan pada industri disebut dengan agen atau broker.
- Two Level Channel
Disini terdapat dua pedagang perantara dalam pasar konsumsi terdiri dari wholesaler dan retailer.
- Three Level Channel
Pada tahap ini terdapat tiga perantara yaitu wholesaler, retailer dan Jobber, dimana Jobber selalu terdapat diantara wholesaler dan retailer. Jobber membeli dari wholesaler dan menjual kembali kepada retailer yang pada umumnya tidak dilayani oleh pedagang besar.
Type-type saluran distribusi yang dikemukakan diatas ditentukan pada penggunaan lembaga-lembaga perantara yang berada diantara produsen dan konsumen. Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
- Penyaluran langsung. Dalam sistem ini tidak ada pedagang perantara. Pembeli langsung kepada perusahaan atau produsen. Misalnya jika seseorang membeli ikan kepada nelayan untuk konsumsi.
- Penyaluran tidak langsung. Disini terdapat pedagang perantara yaitu pengecer. Misalnya jika kita membeli sebungkus rokok dari warung, maka warung tersebut adalah pengecer. Dalam penyaluran tidak langsung ini terdapat lebih dari satu pedagang perantara, yaitu pedagang besar dan pedagang pengecer.
Melihat kedua type saluran distribusi diatas, maka sebenarnya penyaluran dapat digolongkan pada penyalur langsung dan penyalur tidak langsung(Swastha, 2002).
- Mata rantai saluran distri busi yang sangat panjang.
- Mata rantai saluran distribusi yang panjang.
- Mata rantai saluran distribusi yang agak panjang/agak pendek
- Mata rantai saluran distribusi yang pendek
- Mata rantai sa1uran distribusi yang sangat pendek/langsung.
Kelima tahapan penyaluran tersebut diatas mempunyai jalur penyampaian barang dari produsen sampai ke konsumen dengan berbeda-beda(Swastha, 2002).
- Mala Rantai Saluran Distribusi yang Sangat Panjang.
Perusahaan atau produsen yang akan menyampaikan barang-barangnya kepada konsumen akhir melalui banyak sekali distributor atau penyalur. Misalnya untuk memasarkan barang-barang ke seluruh Indonesia, perusahaan dapat menempatkan agen tunggal untuk seluruh lndonesia, agen untuk setiap propinsi, sub agen untuk setiap kota, grosir dan akhirnya ke pengecer atau retailer.
Gambar 1. Mata Rantai Saluran Distribusi yang Sangat Panjang
- Mata Rantai Saluran Distribusi yang Panjang.
Penyaluran barang-barang melalui perantara, tetapi tidak sepanjang saluran distribusi yang sangat panjang. Misalnya produsen mempergunakan agen untuk propinsi, sub agen untuk setiap kota, grosir dan akhirnya ke pengecer (retailer).
Gambar 2 Mata Rantai Saluran Distribusi yang Panjang
- Mata Rantai Saluran Distribusi yang Agak Pendek
Penggunaan saluran distribusi disini lebih sedikit, meskipun terdapat perantara. Saluran distribusi ini menggunakan dua tingkat, yaitu wholesaler dan retailer.
Gambar 3. Mata Rantai Saluran Distribusi yang Panjan
- Mata Rantai Saluran Distribusi yang Pendek.
Disini perusahaan hanya menggunakan satu lembaga perantara, yaitu pengecer. Berarti produsen langsung menghubungi pengecer yag cocok untuk memasarkan barang-barangnya.
Gambar 4. Mata Rantai Saluran Distribusi Pendek.
- Mata Rantai Saluran Distribusi yang Sangat Pendek/Langsung.
Dalam sistem saluran distribusi ini, perusahaan menjual barang-barangnya langsung kepada konsumen akhir. Konsumen akhir dapat juga berupa perorangan yang membeli barang-barang tersebut maupun perusahaan-perusahaan lain yang menggunakan barang-barang tersebut secara langsung, artinya barang-barang itu diolah lagi. Misalnya : mesin. kulit, ikan. kertas dan lain-lain.
Saluran distribusi langsung dapat dilihat dalam gambar berikut ini :
Gambar 5. Mata Rantai Saluran Distribusi Sangat Pendek/Langsung.
Setelah perusahaan mengadakan pemilihan terhadap saluran-saluran distribusi yang akan dipergunakan. tugas berikutnya adalah menentukan jumlah perantara pada tingkat pedagang besar dan-atau pedagang eceran sebab tidak mungkin setiap orang atau lembaga diterima sebagai penyalur atau perantara, dalam hal ini harus diadakan seleksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar