Menurut T. Hani Handoko (2010), faktor yang mempengaruhi stres dapat digolongkan menjadi dua penyebab, yaitu:
- On The Job
Adalah segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan, yang dapat menimbulkan stres pada karyawan. Hal-hal yang bisa menimbulkan stres yang berasal dari beban pekerjaan antara lain:
- Beban kerja yang berlebihan.
- Tekanan atau desakan waktu.
- Kualitas supervisi yang jelek.
- Iklim politis yang tidak aman.
- Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai.
- Wewenang yang tidak mencukupi untuk melaksanakan tanggung jawab.
- Ambiguitas peran (role ambiguity).
- Frustasi.
- Konflik antar pribadi dan antar kelompok.
- Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan.
- Berbagai bentuk perubahan.
- Off The Job
Adalah permasalahan yang berasal dari luar organisasi yang menimbulkan stres pada karyawan. Permasalahan yang sering terjadi antara lain:
- Kekuatan finansial.
- Masalah yang bersangkutan dengan anak.
- Masalah fisik.
- Masalah perkawinan.
- Perubahan-perubahan yang terjadi di tempat tinggal.
- Masalah pribadi lain, misalnya kematian sanak saudara.
Hal lainnya lagi dikemukakan oleh Nadeem Malik (2011:3066) yang berpendapat bahwa stres kerja dipengaruhi oleh:
1) Job content (uraian pekerjaan)
- Bekerja secara berlebihan.
- Pekerjaan yang rumit.
- Pekerjaan yang monoton.
- Terlalu banyak tanggung jawab.
- Ketidakjelasan peran.
2) Working conditions (kondisi kerja)
- kondisi kerja yang buruk.
- Tingkat kebisingan.
- Menuntut kerja secara fisik.
3) Employment conditions (kondisi karyawan)
- Gaji rendah.
- Prospek karir yang rendah.
- Kontrak kerja yang fleksibel.
- Ketidakamanan pekerjaan.
4) Social relations at work (hubungan sosial ditempat kerja)
- Gaya kepemimpinan yang buruk.
- Kurangnya dukungan sosial.
- Kurangnya partisipasi dalam mengambil keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar