Kamis, 10 Februari 2022

Pengukuran Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (skripsi tesis)

 

Menurut Notoatmodjo (2003), tingkat pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan, yaitu:

  1. Tahu (Know).

Tahu adalah tingkat pengetahuan paling rendah.Tahu diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk mengingat kembali sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima.  Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain dengan menyebutkan, mendefinisikan, menguraikan, menyatakan dan sebagainya.

  1. Memahami (Comprehention)

Memahami adalah merupakan kemampuan untuk menjelaskan dan menginterpretasikan secara benar tentang obyek yang diketahuinya.Pada tingkat ini, indikator yang bersangkutan harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan dan meramalkan terhadap obyek yang dipelajari.

  1. Aplikasi (Aplication)

Aplikasi adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang dipelajari berupa hukum-hukum, rumus-rumus, metode, prinsip, dan sebagainya pada kondisi yang nyata.

  1. Analisis (Analysis)

Analisis adalah kemampuan menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.

  1. Sintesis (Synthesis)

Sintesis menunjukkan adanya suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

  1. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek.Penilaian penelitian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang ada.

Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini menggunakan aspek pengetahuan menurut Notoatmodjo (2003) yaitu: (a). Tahu (Know).  (b). Memahami (Comprehention).  (c).  Aplikasi (Aplication).  (d).  Analisis (Analysis).  (e).  Sintesis (Synthesis).  (f).  Evaluasi (Evaluation).

Dalam penelitian Boudreau (2002) mengukur pengetahuan melalui tiga dimensi yaitu stock, flow dan enabler. Untuk selanjutnya akan diuraikan sebagai berikut:

  1. Stock merupakan pengukuran meliputi tingkat pengetahuan yang dimiliki pada saat itu. Sebagai contoh, Argote dan Ingram (2000 ) mengkaji tingkat pengetahuan berdasarkan sumber pengetahuan dan jaringan pengetahuan yang dijalin antara organisasi, anggota organisasi serta tugas dan fungsi "
  2. Flow meliputi pergerakan dan arah pengetahuan meliputu dari seperti individu, tingkatan atau bagian dari pengetahuan dan pengetahuan. Hal ini meliputi proses transfer pengetahuan, proses pembelajaran organisasi, interaksi gruup dan aliran informasi melalui jaringan. Nahapiet and Goshal (1998) menambahkan bahwa mekanisme aliran pengetahuan lainnya seperti jaringan sosial dapat ditambahkan sebagai sumber dari pengetahuan organisasi.
  3. Enabler merupakan unsur pendukung organisasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan ketersediaan atau aliran pengetahuan dalam organisasi ity sendiri. Argote dan Ingram (2000) memberikan pendapat bahwa pengukurang pengetahuan juga meliputi jaringan (misalkan informasi mengenai siapa dan kedudukan dalam organisasi, informasi pekerja ahli) dan pengetahuan bersama-sama meliputi tugas kerja, software dan proses produksi.

Tidak ada komentar: