Sabtu, 26 Februari 2022

Kepemimpinan Formal dan Kepemimpinan Informal (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

      Dalam setiap organisasi selalu terdapat hubungan formal dan hubungan informal. Hubungan formal melahirkan organisasi formal dan hubungan informal melahirkan organisasi informal. Kepemimpinan formal adalah kepemimpinan yang resmi yang ada pada diangkat dalam jabatan kepemimpinan. Kepemimpinan formal sering juga disebut dengan istilah headship kepemimpinan formal tidak didasarkan pada pengangkatan. Jenis kepemimpinan  ini tidak terlihat pada struktur organisasi.

      Efektivitas kepemimpinan informal terlihat pada pengakuan nyata dan penerimaan dalam praktek atas kepemimpinan seseorang. Biasanya kepemimpinan informal didasarkan pada beberapa kriteria diantaranya adalah sebagai berikut (Veithzal Rivai, 2003:95).:

  1. Kemampuan "memikat" hati orang lain.
  2. Kemampuan dalam membina hubungan yang serasi dengan orang lain.
  3. Penguasaan atas makna tujuan organisasi yang hendak dicapai.
  4. Penguasaan tentang implikasi-implikasi pencapaian dalam kegiatan-kegiatan

     operasional.

  1. Pemilihan atas keahlian tertentu yang tidak dimili ki oleh orang lain.

Pemimpin sejati mencapai status mereka karena pengakuan sukarela dari pihak yang dipimpin. Seorang pemimpin harus mencapai serta mampertahankan kepercayaan orang lain. Dengan sebuah surat keputusan, maka seseorang dapat diberikan kekuasaan besar tetapi hal tersebut tidak secara otomatis membuatnya menjadi seorang pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Di bawah ini akan dikemukakan perbedaan antara pemimpinan dengan non pemimpin.

Pemimpin:

  1. Memberikan inspirasi kepada bawahan
  2. Menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan bawahan
  3. Memberikan contoh kepada bawahan bagaimana melakukan pekerjaan
  4. Menerima kewajiban-kewajiban
  5. Memperbaiki segala kesalahan atau kekeliruan.

Non Pemimpinan :

  1. Memberikan dorongan kepada bawahan
  2. Menyelesaikan pekerjaan dan mongorbankan bawahan
  3. Menanamkan perasaan takut pada bawahan dan memberikan ancaman.
  4. Melimpahkan kewajiban kepada orang lain.
  5. Melimpahkan kesalahan kepada orang lain dengan apabila terdapat

    kekeliruan atau penyimpangan-penyimpangan.

Tidak ada komentar: