Sabtu, 26 Februari 2022

Kecukupan Energi Masyarakat (skripsi, tesis, dan disertasi)

Jumlah penduduk yang terus meningkat berpengaruh pada peningkatan kebutuhan bahan bakar. Berbagai bentuk sumber energi sebenarnya telah dimanfaatkan manusia seperti minyak bumi, batu bara, gas alam yang merupakan bahan bakar fosil, serta sumber energi fosil bersifat tifak dapat diperbaharui sehingga pemakaiannya harus hemat. Demikian halnya dengan kayu bakar. Luas hutan di Indonesia semakin menyempit, meluasnya kawasan gundul, tingginya erosi, meningkatnya pemanasan global mengharuskan penggunaan kayu sebagai bahan bakar harus dikurangi (Kadir, 1987).

Selain itu, efisiensi permanen energi dari kayu bakar dan bahan bakar fosil relatif rendah (20-30%). Sebagai gambaran, dalam penggunaan kayu bakar, api yang dihasilkan tidak terfokus (menyebar) dan akan menghasilkan kotoran berupa jelaga. Demikian pula pada penggunaan minyak tanah atau menyalakan kompor, api yang dihasilkan tidak langsung besat, tetapi membesar secara bertahap, karena itu efisiensi permanen energinya rendah (Simamora, 1989).

Selama ini penggunaan kayu sebagai bahan bakar adalah masyarakat yang ada di pedesaan atau di sekitar pinggir hutan. Kecukupan energi pada masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan dapat diatasi dengan menggunakan energi alternatif yang murah, ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan dapat diperbaharui. Salah satu energi alternatif tersebut adalah biogas. Biogas dihasilkan dari limbah peternakan dan pertanian yang relatif mudah diperoleh di lingkungan masyarakat pedesaan. Dengan menggunakan biogas diharapkan masalah kekurangan bahan bakar bisa diatasi, penggunaan kayu bakar bisa dikurangi, dan masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan bakar fosil yang setiap kali mengalami kelangkaan (Harahap et al., 1978).

Tidak ada komentar: