Dalam studi yang mengintegrasikan 3 teori yang mempengaruhi OCB karyawan, yaitu teori atribusi, pertukaran sosial dan kepribadian evaluasi diri, Ariani (2008) mengemukakan bahwa motif organisasi dan kepribadian evaluasi diri merupakan faktor inti yang dapat mendorong OCB anggota organisasi secara individual. Sedangkan Spector (1997), dalam Robbins dan Judge (2008) mengemukakan bahwa kepuasan terhadap kualitas kehidupan kerja adalah penentu utama OCB dari seorang karyawan.
Organ (1995) dan Sloat (1999) dalam Zurasaka (2008), mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi OCB sebagai berikut:
- Budaya dan iklim organisasi
- Kepribadian dan suasana hati
- Persepsi terhadap dukungan organisasional
- Persepsi terhadap kualitas hubungan/interaksi atasan bawahan ter
- Masa kerja, dan
- Jenis Kelamin
Berbeda dengan beberapa pendapat di atas, menurut Zurasaka ( 2008), OCB lebih dipengaruhi oleh kepribadian atau lebih tepatnya kecerdasan emosi dibandingkan faktor-faktor situasional dan kondisi kerja di atas, atau OCB merupakan mediator atau perantara dari faktor-faktor tersebut. Demikian pula hasil penelitian Jain (2012) menunjukkan pengaruh antara stress terhadap OCB. Sedangkan hasil penelitian Paile (2011) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara stress terhadap OCB. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2005) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara work-family conflict terhadap organizational citizenship behavior. Berdasarkan penelitian Ibrahim (2013) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara komitmen organisasi terhadap OCB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar